Matahari sudah mulai meninggi. Sinarnya yang cerah memasuki kamar tidur Janatra dan Revalia melalui jendela yang sengaja dibuka. Jam dinding menunjukkan angka tujuh dengan jarum pendeknya, sedang jarum yang panjang menunjuk pada angka satu. Pagi ini, Janatra baru saja keluar dari kamar mandi saat mendapati kemeja cokelat, dasi merah bergaris dan celana bahan yang terlipat rapi di ujung ranjang. Dia yang tadi hendak melangkah menuju lemari pun terdiam. Menatap lama pada pakaian kerja yang kemungkinan besar disiapkan oleh satu-satunya perempuan di rumah ini. Revalia. Istrinya. Entah ini hanya sebatas mimpi, ilusi, atau memang Aika yang benar-benar merealisasikan kata-katanya kemarin pagi. Pasalnya, tingkah sang istri berubah aneh sejak tadi malam. Saat mereka makan bersama, Revalia tanpa dim

