Hari demi hari berlalu. Pagi ini matahari masih enggan menampakkan cahayanya, karena ini memang masih subuh.
Subuh subuh begini, Aisya menjalankan rutinitasnya setelah kakaknya kembali dari Amerika beberapa hari yang lalu yaitu untuk membangunkan Thabi. Kakaknya itu memang susah sekali untuk shalat tepat waktu, apalagi untuk shalat subuh. Aisya juga heran kenapa bisa seperti itu, padahal dia dan Mas Thaqi selalu menaati apa yang sudah diajarkan oleh kedua orangtuanya.
"Mas Thabi, bangun Mas. Udah subuh nih. Mas, Mas Thabi." ucap Aisya seraya mengguncang-guncangkan tubuh kekar kakaknya. Namun nihil usahanya itu tidak membuahkan hasil. Kakaknya ini memang sangat sulit sekali untuk dibangunkan. Tapi, itu tidak membuat Aisya menyerah "Mas, Mas Thabi milih dipanggilin Ayah atau Mas Thaqi?" ancam Aisya.
Mendengar nama Thaqi disebut membuat Thabi langsung membuka matanya. Thabi sangat menghormati kakaknya itu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau kakaknya itu masuk ke kamarnya yang sudah seperti kapal pecah ini. Bisa habis dia. "emang Mas Thaqi ada disini? " tanya Thabi pada adiknya. Pasalnya sejak Thaqi menikah Thaqi sudah tidak tinggal lagi disini.
"iya, tadi malem Mas Thaqi sama Mbak Resya kesini, terus nginep deh. " ujar Aisya dengan senyuman mengejeknya. "gimana? Mau dipanggilin? " lanjut Aisha yang masih dengan wajah yang mengejek.
Thabi langsung saja bangkit dari tidurnya setelah mendengar pernyataan dari Adiknya itu. Dengan langkah yang berat Thabi pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan siap-siap untuk pergi ke masjid bersama Ayah dan kakaknya.
****
"Ai, aku anterin ya ke kampusnya? " ucap Thabi yang baru duduk untuk sarapan bersama keluarganya.
"ngapain sih Mas, gausahlah. Icha mau berangkat sendiri aja." Bantah Aisya. Aisya memang tidak suka diantar ke kemana-mana oleh kakak-kakaknya. Dia tidak suka harus menjadi pusat perhatian orang banyak terutama para kaum hawa. Dan Aisya tahu pasti dia akan ditanya-tanya terkait kakak-kakaknya yang tampan itu. Aisya sangat tidak suka situasi seperti itu.
Thabi yang baru akan memasukkan roti ke mulutnya mengurungkan niatnya dan langsung menoleh ke arah adiknya itu. "loh kenapa? Kemaren kemaren juga aku yang nganter." ucap Thabi.
Thabi masih penasaran dengan cewe cantik berhijab itu. Oleh karena itu, dia memaksa ingin mengantar Aisya beberapa hari ini.
"pokoknya engga! " ujar Aisya. "ayolah Ai, aku janji aku gak akan keluar mobil deh" Thabi memohon.
Semua anggota keluarga yang menyaksikan perdebatan adik kakak itu, hanya diam saja. "emangnya kenapa sih dek, kalau dianter sama Mas Thabi? Kan kamu malah enak gausah capek nyetir motor kan? " ucap Thaqi yang akhirnya ikut menanggapi.
"yaudah iya... iya.... Iya, ni karna Mas Thaqi ni yang bilang. Kalau engga, Icha ga mau dianter sama Mas Thabi." ucap Aisya sedikit mengerucutkan bibirnya karna kesal.
Thabi yang mendengar pernyataan adiknya itu lalu tersenyum penuh kemenangan dan melanjutkan sarapannya.
****
Mereka telah sampai di depan gedung yang sangat luas. Dimana lagi kalau bukan di kampus Aisya.
"mas, Icha masuk dulu ya. Mas Thabi hati-hati dijalan." ucap Aisya sambil berpamitan dengan kakaknya.
"Mas Thabi, jangan lama-lama nungguin cewe berhijab itu mas" kata Aisya sebelum benar-keluar dari mobil.
Ya, Thabi sudah menceritakan tentang gadis itu kepada adiknya. Tidak lupa juga perasaan aneh yang dia rasakan terhadap gadis itu.
"iya... iya, bawel banget sih" jawab Thabi
****
Setelah agak lama menunggu, akhirnya Thabi menemukan sosok yang sedari tadi ingin ia temui. Ya, cewe cantik berhijab itu.
Tanpa membuang waktu, Thabi langsung turun dari mobilnya dan menghampiri gadis itu. "hai.. "sapa Thabi pada gadis itu yang sedang duduk sambil membaca buku.
Gadis itu pun mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang sudah menyapanya. Setelah terpaku beberapa saat melihat ketampanan seseorang yang menyapanya, gadis itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil mengucap istighfar. Tak lama setelah itu, gadis itu berdiri dan hendak meninggalkan Lelaki yang sudah menyapa nya tersebut.
"tunggu! "cegah Thabi. "kamu kenapa sih? Menghindar terus. Aku tu cuma pengen kenal kamu aja kok." Lanjutnya, setelah gadis itu berhenti.
"aku gak akan ngapa-ngapain kamu kok. Aku cuma pengen tau aja nama kamu siapa." Thabi kembali membuka suara.
Saat Thabi ingin lebih mendekat kepada gadis itu. Ada sebuah tangan yang menyentuh lengannya. "kak, kakak anak baru ya? " ucap beberapa mahasiswi yang menghampirinya.
Ya hari ini Thabi memang tidak ke kantor. Dia sedang memakai pakaian santai. Dengan memakai jeans, kaos hitam polos yang dibalut dengan jaket. Kadar Ketampanannya bertambah kalau sudah seperti ini. Dan mungkin karna inilah para mahasiswi ini mengira kalau dia adalah salah satu mahasiswa disini.
Dengan sedikit tersenyum kepada para mahasiswi itu, Thabi kembali mengalihkan pandangannya kepada gadis yang sejak kemarin dia cari.
Tapi sungguh mengecewakan, gadis itu sudah hilang lagi entah kemana. Thabi menghela napas berat, karna ia kembali gagal untuk sekadar kenal saja dengan cewe cantik berhijab itu.
✳✳✳✳✳✳
Aduh, kasihan banget ya Mas Thabinya. Gak jadi kenalan lagi gara gara dia dikira mahasiswa baru
Vote dan komennya