“Tapi kenapa kamu belum kunjung hamil?” Tatapan Ele menajam. Lelaki itu membangkitkan tubuh dan sedikit menggeser menjauh. “Setelah kuhitung selama ini aku tidak pernah absen menyentuhmu, aku selalu melakukannya, tapi kenapa usaha kita sia-sia. Apa aku yang bermasalah atau ….” Ele melirik Najwa yang tertunduk. “Kamu?” Najwa tidak menjawab. “Aku mengajakmu diskusi, Naj. Jadi jawabi aku. Bicaralah.” Bibir Najwa terbatah, wanita itu terlihat ketakutan. “Kalau ternyata aku yang bermasalah … bagaimana? Apakah kamu akan meninggalkanku?” Najwa menanyai. Ele menghujamnya dengan tatapan tajam. “Atau … menikahi wanita lain?” “Jangan katakan itu,” Ele terlihat tidak senang. “Kamu yang memintaku bicara ….” “Jangan bantah aku!” Ele berubah menjadi tempramen. Lelaki itu baru saja hendak melayangka

