Sarapan adalah salah satu kegiatan yang tak pernah ditinggalkan oleh keluarga ini, sesibuk dan seperti apapun urusan mereka, sarapan adalah salah satu hal yang sangat di jaga oleh keluarga ini. Pikir Shenna mungkin menjadi orang kaya harus memiliki asupan dan nutrisi yang terjamin, tidak heran beberapa dari mereka banyak yang merogoh saku hingga puluhan juta perbulannya untuk konsultasi kesehatan.
Berbicara tentang kesehatan anak pertama dari keluarga itu ternyata berprofesi seorang dokter. Fiona namanya yaitu kakak dari Renal, mereka hanya bersaudara dua. Mama Renata kerap mengeluhkan anak perempuannya yang jarang pulang kerumah, karena menjalankan dinasnya di rumah sakit, apalagi rumah sakit nya bukan di Jakarta.
Kak Fiona memilih untuk menjadi dokter ke timbang belajar bisnis dan mengelolah perusahaan ayahnya. Ditambah ia juga menolak mentah-mentah tawaran dari mamanya untuk bekerja di rumah sakit yang pemiliknya bersahabat baik dengan mamanya. Fiona memang seperti itu, ia sangat independent, ia tak mau mengharapkan warisan apalagi bantuan orang dalam seperti yang mamanya tawarkan.
Shenna dengar kabar bahwa hari ini anak perempuannya mama Renata pulang. Shenna jadi tak sabar melihat kak Fiona, mendengar sifat dan perjalanan hidup kak Fiona, Shenna jadi termotivasi untuk menjadi perempuan independen seperti Kaka Fiona.
"Ehmm, ma." Panggil Shenna pada mama Renata yang tengah sibuk menyendokkan makanan untuk papa Ronny.
"Ya sayang?." Tanya mama Renata pada Shenna.
"Anak mama yang perempuan maksudnya kak Fiona, hari ini pulang ya?." Tanya Shenna.
"Iya, kenapa?." Jawab mama Renata dan langsung ditanya kenapa.
"Nggak kenapa-kenapa sih, Shenna cuman penasaran aja gimana orangnya, setelah dengar cerita mama Shenna jadi nggak sabar pengen ketemu." Ungkapnya.
"Iya tapi, kayanya dia pulang agak sorean deh."
"Oh gitu yah ma, terus kak Fiona mau berapa hari disini?."
"Kayanya sebulan deh, soalnya anak itu ngambil cuti buat nikah. Emangnya kenapa?."
"Shenna pikir kak Fiona bakal cepat pulang, soalnya sore nanti Shenna mau ada rapat OSIS, Shenna takut kalau nanti nggak sempat ketemuan." Jelas Shenna.
"OSIS?." Beo Renal mengulang kata yang Shenna sebut.
"Iya OSIS, anak ini ikut OSIS." Jawab mama Renata.
"Osis itu organisasi yang nggak berguna itu kan?." Tanya Renal dengan ketus.
"Renal." Tegur mama Renata pada putranya itu. Mama Renata dapat melihat Shenna tidak nyaman dengan ucapan Renal.
"Sore yah rapatnya?." Tanya Renal pada Shenna. Demi tuhan Shenna merasa dirinya di intimidasi oleh Renal.
"Iya kak." Jawabnya.
"Dimana?." Tanya Renal. Sementara itu mama Renata dan papa Ronny hanya fokus menghabiskan sarapan saja.
"Di warkop dekat sekolah." Jawab Shenna.
"Oh warkop yang kumuh itu kan? Kalau begitu pulang aku jemput, kebetulan aku ada rapat dengan klien dekat-dekat situ." Ucap Renal dengan memutuskan secara sepihak saja.
"Tapi kak."
"Hari ini mang Ujang belum masuk kan ma?." Tanya Renal pada mama Renata.
"Belum."
"Kalau begitu kamu aku antar." Pungkas Renal dan segera beranjak dari duduknya. Shenna pun jadi ikut-ikutan saja dengan perintah Renal, menolak pun tetap sama saja, mama Renata pasti akan memaksanya juga.
>>>>>>>>>>>
"Shen." Panggil laki-laki yang berkulit putih, hidung tinggi serta miliki alis yang tebal. Panggilan itu berhasil memecah lamunan Shenna di siang hari.
"lagi mikirin apa? dari tadi aku panggil panggil kamu gak nyaut." Tanya laki-laki itu yang saat ini ikut duduk disampingnya.
"Eh maaf kak Kev, hari ini aku agak lagi banyak pikiran." jawabnya gugup. Karena merasa tidak enak tidak sengaja telah mengabaikan panggilan Kevin. Lebih tepatnya ia tidak fokus. pikirannya saat ini hanya tentang Renal. Shenna masih menganalisi maksud perkataan Renal yang mengatakan bahwa OSIS adalah organisasi yang tidak jelas.
"Nggak apa apa kok Shen, ohiya kamu gak lupa sama agenda sore ini kan? aku cuman mau ingetin lagi." Tanya Kevinmemastikan bahwa Shenna tidak lupa akan agenda sore ini.
"Ingat kok kak, pasti aku datang." Jawab Shenna.
"Oke, sampai jumpa di asmaraloka yah." ucap Kevin sembari mengusap lembut pucuk kepala Shenna. Demi apapun Shenna sangat kaget dengan sikap manis Kevin padanya. Sebenarnya dari dulu ada isu bahwa Kevin suka padanya, hanya saja Shenna membantah isu itu, ia tidak mau memikirkan terlalu jauh, apalagi ia adalah wakil darinya Kevin, akan jadi apa organisasi bila ada perasaan yang salah diantara mereka. Bagi Shenna perhatian Kevin itu wajar. karena ia menjadi wakilnya Kevin.
"Cielahhhh.. dielus kak Kev enak ya Shen?." Tanya Icha dengan tawa yang begitu besar, bahkan Aliska hanya bisa geleng-geleng dengan sahabat satunya itu.
"Jangan didengerin Shen, setan mah gitu sering ngegoda." Cibir Aliska.
"Apa kamu bilang Al? Icha setan?." Tanya Icha, rupanya Icha kesal dengan gelar yang diberikan oleh sahabatnya itu.
"Emang iya setan." Jawab Aliska.
"Aliska jahat." ucap Icha cemberut.
"Mulai lagi kan? capek ah, mending kerjain pr matematika yang barusan Bu Susan kasih." Ucap Shenna yang capek dengan drama kedua sahabatnya itu.
"Iya kerjain aja Shen nanti Icha nyalin yah" ucap enteng Icha yang sepertinya sudah terbiasa.
>>>>>>>>>>>>>>>>>
"kenapa sih Shen? cerita ayok" tanya Aliska yang merasa ada yang janggal dari sahabatnya itu.
"Aku heran banget deh Al." Ucap Shenna yang tak tahan memecahkan masalahnya sendiri didalam kepala.
"Heran kenapa sih waketos?." Tanya Icha.
"Kak Renal kok kayak nggak suka gitu yah aku ikutan OSIS? Terus juga tadi sore dia langsung ngambil keputusan kalau pulang dari rapat dia yang jemput aku." Ungkap Shenna dengan wajah cemberut.
"Kok bisa sih? Padahal kan.." ucap Aliska menggantung.
"Padahal apa?." Tanya Shenna penasaran pada ucapan Aliska yang menggantung.
"Setau aku dia juga alumni sekolah ini kan? Dan yang paling utama aku dengar juga dia pernah jadi ketua OSIS." Ungkap Aliska yang membuat Shenna kaget, Renal pernah ikut OSIS? jadi ketua OSIS? sungguh plot twist baginya. yang membuat Shenna tidak menyangka bisa bisanya waktu itu Renal bilang OSIS adalah organisasi yang tidak berguna.
"Kok aku gak tau cerita ini yah?." tanya Shenna kepada Aliska. Sungguh Shenna makin penasaran lagi dengan maksud Renal.
"Hehe itu mah kamu yang gak mau cari tau, coba aja kamu ke ruang OSIS sekarang cari tuh riwayat pemimpin ada di rak buku warna biru. Kamu bisa lihat disitu nama serta wajah yang sama." Jelas Aliska dengan senyum,. Aliska tak percaya bisa bisanya Shenna tidak mengenal orang yang sudah tinggal dengannya.
"Udah ah pusing, mending kita pesan latte aja yuk." ajak Shenna kepada kedua sahabatnya. Sepertinya segelas latte dapat menjernihkan pikiran.
>>>>>>>>>>>>>>>
"Shen kak kevin ganteng banget sumpah." bisik Icha pelan di telinganya Shenna dan refleks Shenna pun menatap Kevin.
"Oke guys, jadi rapat kali ini bakal di pimpin oleh wakil ketua OSIS kita, Shenna Zahralia waktu dan tempat dipersilahkan." ucap Aliska selaku moderator yang membuka rapat.
"Terimakasih atas waktu yang diberikan, pada kesempatan kali ini aku mau menyampaikan bahwa kita harus nentuin dulu konsep seperti apa yang bakal kita buat untuk acara ini. kalau untuk soal tema aku dan ketua yaitu ka Kevin udah kita bicarakan temannya itu merajut kasih menggapai asah, selanjutnya saya serahkan ke moderator" ucap shenna
"baik untuk teman-teman yang punya saran di persilahkan" ucap Aliska
"Izin moderator, kalau saran dari aku konsepnya itu kita buat di outdoor. apalagi ini kan acara amal ya? terus kalau bisa waktunya dibuat sore aja" ungkap Rasya selaku anggota yang memberikan saran.
"Sarannya bagus aku juga udah sempat diskusikan ini bareng ka Kevin dan ya ternyata sesuai juga dengan keinginan teman teman." ucap Shenna
"cuman masalahnya satu kita masih kekurangan soal anggaran, dana yang saat ini ke kumpul baru sekitar dua puluh persen dari anggaran yang kita buat kemarin, kesimpulannya kita masih kekurangan dana sekitar delapan puluh persen. Jadi aku mohon banget sama divisi Humas, kalau boleh kalian cari cari lagi instansi mana aja yang bakal kita kirimin proposal buat permohonan dana. acara ini bergantung banget sama sponsor dan donasi." lanjutnya
"Kalau soal itu kamu gak usah khawatir Shen, aku sama Rasya kemarin udah kirim proposal sama perusahaan orang tua aku dan juga orang tuanya Rasya. Mudah mudahan bisa ketutup." ucap Kevin.
"Baik pembahasannya sampai disini dulu, untuk lebih lanjutnya kita bakal bahas di rapat koordinasi. soal waktunya kapan aku bakal kasih tau." ucap Aliska
"Alhamdulillah, akhirnya rapatnya selesai Icha udah laper banget masalahnya" ucap Icha sembari mengelus perutnya yang buncit itu dan hal itu hanya membuat dua sahabatnya itu geleng geleng kepala.
"ya udah untuk teman-teman kalian pesan aja mau makan apa, untuk biayanya aku yang tanggung." ucap Kevin yang mempersilahkan para anggotanya.
"Gue demen nih ketua yang kek beginian" ucap Udin sembari menepuk pundak Kevin.
"Makasih ka Kevin, baik banget deh." puji Icha pada Kevin
"Oh iya, kamu mau pesen apa Shen? biar aku pesenin." tawar Kevin pada Shenna, namun shenna segera berdiri pasalnya ia sangat tidak enak sedari tadi mobil Renal sudah terparkir di depan warkop.
"Aduh gak usah kak, kayannya aku mau langsung pulang aja. maaf ya kak." Ucap Shenna merasa tak enak menolak tawaran Kevin.
"Yaudah aku anterin aja gimana?." Tanya Kevin dan refleks menahan tangan Shenna. Sementara yang ditahan merasa kaget dengan aksi Kevin. Alisika dan lainnya hanya senyum-senyum melihat pemandangan didepan mereka.
"Ayo kita pulang." ucap Renal yang langsung menarik Shenna kesisinya dan hal itu membuat orang-orang disana kaget akan kehadirannya Renal disana. Shenna juga ikut kaget melihat Perlakuan Renal hari ini.
"Itu bukannya ka Renal ya? dia kan alumni dari sekolah kita, malahan dia pernah jadi ketos lagi." bisik salah satu anggota OSIS yang ada di warkop tersebut.
"Maaf anda siapa ya?." tanya Kevin dengan wajah yang mulai geram.
"Kamu tidak pantas untuk menanyakan itu." ucap Renal dengan ketus.
"Ayo kita pulang." lanjutnya hingga menarik paksa Shenna dari sana.
Kevin yang melihat aksi tersebut hanya bisa terdiam, ia sangat bertanya tanya siapa orang tersebut? dengan beraninya mengajak Shenna pulang. Selama ini Kevin selalu update tentang kehidupan Shenna, Dia tidak pernah mendapatkan informasi bahwa Shenna memiliki pacar. apakah mungkin selama ini Shenna sangat menyembunyikan hubungan asmaranya? hingga ia pun tak tau akan hal ini. ah pikiran Kevin sangat kalut saat ini.
"Kenapa brother? cemburu Lo? apa gue bilang jadi cowo jangan plin plan." bisik Rasya yang membuat Kevin tersadar dari diamnya.
"Tau apasih Lo?." Kevin
"Tau banyak lah? semua orang juga pada tau, Lo suka tuh anak. kalau menurut gue mending langsung Lo tembak aja si Shenna." ucap Rasya
"asal Lo tau kelakuan Lo kek gini gak manly tau" lanjutnya
"Kek Lo laki aja ras, itu sih Aliska nolak Lo Mulu perasaan." ledek si Udin yang sedari tadi memperhatikan kedua sahabatnya itu.
"Emang lo direspon balik sama si Icha." ledek balik Rasya pada Udin.
"Kalian berdua gak ada yang beres." ucap Kevin
"Cowo plin-plan Lo." Ujar Udin dan Rasya berbarengan.