BAB 12

2357 Words

Malam menurunkan tirainya perlahan di atas langit Demak. Suara jangkrik beradu nyaring di halaman belakang, sementara angin malam mengusap lembut tirai sutra yang menggantung di jendela kamar Putri Dyah Sekarjati. Lentera minyak berkelap-kelip di sudut ruangan, menebarkan bayangan panjang di dinding kayu jati yang halus. Sekar, yang kini menempati tubuh sang putri merebahkan diri di atas dipan ukiran gading. Matanya terasa berat. Mungkin karena lelah berjalan seharian bersama Mahesa. Namun malam itu, tidur Sekar tidak sekadar tidur. Ia terseret dalam pusaran mimpi, terlalu nyata untuk disebut sekadar bunga tidur. *** Sekar berdiri di tengah balairung istana. Segalanya terasa berbeda. Dindingnya berlapis emas, para abdi perempuan bersujud dengan kepala menunduk rapat ke lantai. Dan di at

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD