Chapter 25 : Menyakitkan.

1024 Words

Malam sudah semakin larut. Namun, Keenan masih tidak beranjak dari tempat ia berdiri. Lelaki itu masih berharap jika Laura akan membukakan pintu untuknya. Laura sendiri pun sebenarnya ingin membuka pintu untuk Keenan. Namun, gadis itu terlalu lelah untuk kembali berhadapan dengan banyak dan beratnya masalah jika ia terus memaksakan hubungannya dengan Keenan. Kreeeekkkk... Pintu itu terbuka dan membuat Keenan menegakkan pandangannya. Lelaki itu menatap wajah Laura yang nampak sembab. Ia semakin bersalah dengan gadis ini. Keenan lantas menarik tangan Laura dan memeluknya dengan erat. "Ra, aku enggak akan pernah mau mengakhiri hubungan ini, Aku terlalu sayang sama kamu, Ra," lirih Keenan. "Sudah larut malam, ken. Kamu butuh istirahat. Lebih baik kamu pulang sekarang," sahut Laura. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD