Chapter 46 : Hampir menyerah.

1003 Words

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Billa dan Laura tiba di Paris. Sesampainya di sana, keduanya langsung menuju apartemen yang sudah disediakan oleh Papanya Billa. “Kena jetlag nggak?” tanya Billa saat melihat Laura terus menutup matanya selama perjalanan menuju apartemen. Laura menggelengkan kepalanya, ia tidak berbicara sepatah katapun. “Kita istirahat sampai besok, ya?” tawar Billa. “Lusa baru antar dokumen ke kampus,” Sambungnya. Laura menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia menyetujui ucapan Billa. “Jangan galau terus, sedih gua lihatnya,” ucap Billa dengan candaan. Seketika itu juga, Laura membuka matanya dan menatap Billa yang duduk di sampingnya. “Apa tadi?” tanyanya. Billa hanya tertawa kecil. “Sejak kapan nada bicara kamu kayak begitu?” tanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD