Chapter 47 : Pantang Menyerah.

1077 Words

Segala sesuatu yang Laura lalui selama ia di kota Paris akan menjadi seperti lembaran baru di buku yang baru. Selayaknya kenangan di buku lama, ia hanya akan menyimpannya tanpa meniatkan diri untuk membukanya kembali. “Jelas sulit untuk melupakan, tapi enggak ada salahnya untuk mencoba dan berusaha, bukan?” Laura membatin. Di tengah lamunannya sembari melangkahkan kakinya memasuki area universitas, Laura tidak sengaja menabrak bahu seseorang yang berpapasan dengannya. “Sorry sorry,” sesal Laura seraya membantu orang itu mengambil bukunya yang terjatuh. “Jalan kok enggak pakai mata,” gumam orang itu. Mendengar gumaman yang menggunakan bahasa Indonesia dengan begitu fasih, Laura lantas mengernyitkan dahinya dan menatap wajah lelaki di hadapannya itu. “Maaf, kamu orang Indonesia?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD