11 - Penolakan Menyakitkan

742 Words

Fantino mengajaknya bertemu di kafe dekat kantor setelah jam kerja selesai. Ajakan tersebut dikirimkan tadi pagi, pukul sembilan. Sudah tidak membalas pesan Fantino untuk bisa menghindari apa diinginkan pria itu. Tetapi, Fantino malah menghubungi dirinya lewat telepon, mau tak mau diterima. Aline pun berpikir ulang, ia memang harus menghadapi. Pukul lima sore adalah waktu yang dipilih. Namun. ia berusaha datang lebih awal. Menunggu bukanlah sebuah masalah. Dipesannya secangkir teh hangat karena suhu di New York mengalami penurunan sejak siang tadi, walau tak dingin sekali. Sedangkan, ketenangan Aline semakin terkikis saja. Memikirkan bagaimana ia harus bersikap di depan Fantino. "Akhirnya dia datang juga," gumam Aline pelan, ketika menangkap sosok pria ditunggunya memasuki pintu kafe.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD