Ketika Lestari tiba di rumah, ia tampak begitu lemas. Tubuhnya terasa berat, dan pikirannya dipenuhi dengan berbagai macam perasaan yang sulit dijelaskan. Ia membuka pintu dengan perlahan, menyandarkan tasnya di sofa, lalu duduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ibunya, Ningrum, yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah, langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan putrinya. Ningrum meletakkan majalahnya dan menatap Lestari dengan penuh perhatian. "Lestari, kamu kenapa, Nak? Kelihatannya lelah sekali," tanya Ningrum dengan nada lembut. Lestari hanya menggeleng pelan. Ia mencoba tersenyum, tetapi senyumnya terlihat hambar. "Enggak apa-apa, Bu. Mungkin cuma capek saja." Namun, Ningrum tahu putrinya lebih dari siapa pun. Ia merasakan ada sesuatu yang membeb

