Bab 29. Kemarahan Orang Tua Santi

884 Words

Santi memulai penjelasannya dengan suara yang bergetar, tetapi berusaha tetap tenang di hadapan orang tuanya. Ia tahu bahwa kabar ini akan mengejutkan mereka, dan ia sendiri merasa sangat berat untuk mengungkapkannya. Namun, ia tidak punya pilihan lain selain jujur. "Ayah, Ibu, sebenarnya pernikahanku dengan Mas Reza selama ini nggak berjalan dengan baik," ucap Santi, sambil menggenggam tangan Nindi, ibunya, yang tampak sudah mulai cemas. "Kami selalu terjebak dalam masalah keuangan. Setiap bulan, rasanya seperti bertahan hidup, selalu kurang, dan tekanan itu semakin berat dari waktu ke waktu." Parno mengernyitkan dahinya, mendengarkan dengan serius. "Kenapa kau tidak bilang, Santi? Kami pasti bisa membantumu." Santi menggeleng pelan. "Aku nggak ingin merepotkan kalian, Ayah. Mas Reza p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD