Reza kini berdiri di depan pintu rumah Santi, memperhatikan suasana yang tegang di dalam. Dengan tatapan tajam yang penuh arti, ia memandang Santi, Arman, Parno, dan Nindi, yang masih terpaku dengan percakapan sebelumnya. Langkahnya perlahan tetapi mantap, ia masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Setiap langkah Reza membuat suasana semakin mencekam, hingga akhirnya ia duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Semua mata kini tertuju padanya. Santi, yang masih terisak setelah kejadian tadi, langsung merasa cemas melihat kehadiran mantan suaminya itu. Ia tahu bahwa kedatangan Reza pasti membawa masalah baru, dan hatinya seolah sudah tak sanggup lagi menanggung beban ini. Arman pun terlihat tegang, apalagi setelah penjelasan panjang yang Santi berikan kepada keluarganya

