41~Sakit yang Tak Tertahankan

218 Words
Crius tahu bahwa saudara lelakinya itu sebenarnya tidak ingin jika, dirinya melihat kakaknya yang sedang di dera akan kesakitan dalam keadaan yang melemah. Amorist dan Crius telah bertumbuh begitu dekat dan Amorist tidak ingin jika pondasi yang di bangun oleh dirinya sebagai penguasa dari Keaton sekaligus, kakak dari Crius berubah di mata adiknya. Ia adalah penguasa dan yang paling tertua di klan Demon murni, melalui hal tersebut begitu jelas bahwa tidak ada yang dapat melampauinya seharusnya. Sayangnya, keadaan dan situasinya tidak berpihak pada dirinya sekarang. Ia melemah meskipun masih di atas rata - rata namun, ini bukanlah sosok yang harus di lihat oleh orang - orang pada dirinya. Karena hal tersebut Amorist memilih menyuruh Crius pergi meninggalkannya di tengah penyiksaan yang di alaminya. Butuh beberapa saat untuk Crius berpikir sebelum pada akhirnya memilih pergi dari ruangan gela itu meninggalkan saudaranya sendirian di dalam sana berjuang. Suara pintu tertutup dari luar dan pada saat tersebut Amorist tidak dapat menahan suaranya yang berteriak kesakitan. Dirinya telah bersusah payah untuk menahannya sejauh ini. Rasa sakit itu selalu sama namun, tidak pernah dapat di tolerir oleh tubuh iblis miliknya. Itu terasa menyakitkan di setiap waktunya, tidak pernah dapat di tahankannya. Pada saat - saat seperti inilah pikirannya terkadang berlari - lari untuk segera keruangan Lebna dan meminum darah langsung dari tubuh Hemera.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD