“Aku tidak tahu kemana dia pergi. Dia hanya berkata padaku bahwa dia telah berhenti kerja mulai kemarin setelah pertemuan kalian. Kupikir kau memiliki kesepakatan lain dengan Sam.”
Mata Hemera membulat tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, dirinya benar - benar telah di tipu dan kini ia kehilangan 100 perak koin emas.
“Ada apa disini ?” Sebuah suara yang datang mengintrupsi di sekitar mereka menyadarkan Hemera, membuatnya melirik pada sekitarnya yang ternyata telah menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian dari semua orang yang berada di sekitar meja bar tersebut.
Dirinya tidak ingin menjadi pusat perhatian dari semua ini namun, nyatanya ia telah mendapatkan perhatian yang seharusnya tidak dirinya dapatkan . Sekarang tiap - tiap orang telah berusaha melihat wajahnya di balik tudung, membuatnya menarik tangannya menjauhd ari tangan Centaur tersebut dan fokus membungkus dirinya dalam tudung cokelat miliknya.
Centaur sang bartender itu menatap pada seorang pria yang terlihat memakai pakaian sama sepertinya namun, sebuah name tag yang menunjukan jabatannya sebagai atasan disana berhasil menundukan sekingkolan dari Dam tersebut dengan panik.
“Tidak apa - apa. Hanya ada salah paham kecil saja disini, tapi semua telah teratasi boss.”
Pria yang menjabat sebagai manajer dengan wajah berkerutnya menatap pada tubuh kecil milik Hemera yang berusaha menutup dirinya dari berbagai pandangan, termasuk dirinya.
“Apa semua baik - baik saja nona ?” Saat mendengar hal tersebut Hemera semakin menundukan pandangannya tahu bahwa kini atensi telah ssmakin menuju padanya, berusaha menunggu jawaban dari dirinya begitupula dengan wajahnya.
Karena hal tersebut Hemera memilih untuk membelakangi tiap - tiap orang di sana yang kini menatapnya terheran sebelum, menganggukan kepala miliknya. Tidak mengeluarkan jawaban lebih dalam bentuk suara atau apapun lagi, hanya sebuah gerakan kepala sepintas.
Bartender tersebut yang tak sengaja telah menatap wajah Hemera jauh lebih banyak dari pertemuan pertama mereka dan tentunya dari orang - orang disana berdehem dengan canggung, melihat bagaimana gadis bermata biru tersebut memberikan pergerakan canggung. Semakin mengundang penasaran dari tiap orang disana.
“Dia sedikit pemalu. Jadi, jangan menghiraukannya.” Ucapnya mencoba mencairkan suasana d tengah - tengah hiruk pikuk itu. “Tidak ada yang perlu di khawatirkan boss. Semua aman terkendali disini.”
Manajer dari bar Luciod itu terlihat terdiam untuk beberapa saat tidak berbicara lagi sebelum, menganggukan kepalanya dan kembalu membuka suaranya . “Baiklah. Kembalilah bekerja, begitupula dengan anda nona, silahkan keluar dari sana agar karyawan kami dapat bekerja dengan baik. Anda dapat memesan dari sini.”
Hemera yang awalnya menatap pada Centaur yang masih berdiri dengan gugup di sampingnya tersebut kini kembali fokus untuk menyembunyikan wajah miliknya dalam tudung cokelat yang di pakainya. Belum beranjak dari posisinya seperti yang di minta oleh sang manajer, sementara dirinya sedang di tunggu untuk segera bergerak keluar dari sana sesuai arahan.
Jujur, dirinya sudah ingin pergi dan menghilang dari tengah tatapan dari para makhluk - makhluk itu tetapi, ia belum mendapatkan jawaban yang di inginkannya. Jika dirinya beranjak sekarang maka ia tidak akan tahu kemana harus mencari Sam sekarang. Hemera harus mendapatkan penipu dan 100 keping koin miliknya, dan step awalnya adalah mendapatkan informasi dari salah satu perantara mereka.
Tidak mungkin bartender ini tidak mengetahui apapun mengenai Sam, mengingat bahwa pria tersebutlah yang mengerjakan Satyr tersebut padanya dengan mengatakan bahwa dia kompeten di bidang ini. Memikirkannya kembali membuat Hemera menjadi kesal dan di tatapnya pria setengah kuda tersebut melalui tudung miliknya dari samping.
Sementara itu itu sang bartender dari Luciod tersebut jelas mengerti mengapa gadis di sampingnya tak juga kunjung pergi dari sana dan hanya menatapnya dengan tajam. Membuatnya menyentuh pelan bahu mungil yang tertutupi oleh jubah berwarna cokelat dan mendorongnya dengan pelan, membuat gadis yang di pikirnya adalah salah satu peri Oread itu ikut menatap dimana tangannya menyentuh tubuhnya.
“Tunggulah di luar bar sebentar. Aku akan keluar setelah menyelesaikan semuanya disini, jadi pergilah sekarang aku tidak ingin kehilangan pekerjaan dan kau peri pasti tidak ingin mendapatkan lebih banyak perhatian lagi bukan.” Bisiknya pelan setelah berhasil membukakanya pintu pembatas antara pengunjung dan para karyawan yang telah di langgar oleh Hemera.
“Sebaiknya kau benar - benar keluar atau seperti yang kau katakan tadi akan benar - benar menjadi nyata.” Kali ini Hemera mengumbang ancaman halus miliknya pada pria tersebut yang menganggukan kepala mengerti.
Sesuai dengan perkataan dari pria tadi maka Hemera segera berjalan keluar dari bar tersebut, menggalkan tatapan - tatapan yang penuh akan rasa penasaran pada sosok dirinya di belakang.
Saat Hemera telah berhasil menginjak pintu keluar dari bar Luciod maka dirinya kembali tidak mendapatkan tatapan apapun disini. Makhluk - makhluk di sekitarnya hanya sibuk melewatinya dengan cepat bahkan, mereka tidak akan menyadari kehadirannya di depan bar yang berdiam saja menatap sekitarnya antisipasi.
Hawa dingin pada Viula meniup padanya di tengah keramaian yang seharusnya membuatnya hangat dan tidak merasa sendirian sayangnya, dirinya justru merasa kesepian di pusat dari Keaton. Karena, memang dirinya sendirian dan tidak memiliki sosok yang dikenalnya ataupun dapat di percaya olehnya.
Lihat saja bagaimana ia telah tertipu oleh seorang Satyr. Saat dirinya menemukan manusi setengah kambing tersebut Hemera berjanji untuk memberinya pelajaran, selain karena telah menipunya dia juga telah membuang waktu berharga miliknya.
Saat dirinya masih saja fokus dengan amarah dalam dirinya memikirkan Sam, bartender yang telah menjadi perantara dari pria tersebut kini telah muncul di sampingnya telah menepati janjinya.
“Jadi apa yang kau inginkan ?” Tanya Centaur tersebut terburu - buru karena, harus segera kembali kedalam untuk melayani setelah berhasil mendapatkan izin sebentar.
“Kau menipuku dan Sam. Kau bilang dia kompeten di bidangnya tapi, sekarang dia melarikan diri dengan seratus keping koin milikku.”
Gadis dengan manik biru itu dapat melihat ekspresi keterkejutan yang di tunjukan oleh pria di depannya mendengar nominal yang di berikan oleh Hemera pada Satyr tersebut. Pantas saja Sam berani untuk berhenti dari pekerjaannya di sini.
“Kau memberinya seratus koin emas ?! Itu sangat banyak, pantas saja.” Kejutnya tanpa sadar menaikan suaranya sebelum, segera mengecilkannya kembali dan menatap kembali pada sekitar mereka. “Baiklah. Aku minta maaf karena telah mengenalkanmu padanya. Tapi, aku tidak berbohong dengan mengatakan bahwa dia memang kompeten di bidang ini, setiap Nymph yang kebanyakan datang kemari untuk menyelidiki kekasih mereka pasti puas dengan kerjanya.”
“Dia tidak .” Tekan Hemera menolak menerima bagaimana dirinya mengatakan bahwa Sam memang kompeten pada bidang tersebut.
Melihat bagaimana amarah menguasai gadis tersebut membuatnya menganggukan kepala, tahu bahwa gadis tersebut tidak akan percaya dengan apa yang di katakan olehnya mengenai kinerja Satyr itu sekarang setelah penipuan ini.
“Oke - oke. Aku memang tidak melihat langsung bagaimana kinerjanya di lapangan. Tapi, melihat bagaimana kabar menyebar membuat para pelanggan yang membutuhkan jasanya datang kemari, ini menunjukan bagaimana mereka puas. Kupikir saat dia mengatakan berhenti bekerja disini kalian memang setuju untuk bertemu di luar.” Helanya panjang lebar yang sempat terhenti karena, manajernya memanggil dirinya untuk segera kembali masuk bekerja.
“Jadi, yang ingin kukatakan aku tidak terlibat dalam penipuan ini. Bahkan saat dia mengajakku untuk mendapatkan pendapatan lebih yang bertugas membantunya mendapatkan pelanggan, aku tidak tahu apapun. Aku hanya menjadi perantara saja.”
“Jadi maksudmu jasa yang kalian berikan ini bukan dari bar ini ? Hanya kalian yang membutnya di luar pengetahuan boss kalian ?”
“Tidak. Sudah jelas tidak boleh ada bisnis di dalam bisnis. Ini hanya di lakukan secara sembunyi - sembunyi bahkan manajerku telah curiga pda kami yang hanya karyawan disini. Tetapi, setelah mengetahui Sam berhenti ia sepertinya telah berhenti mencurigaiku. Aku tidak tahu harus senang atau sedih karena tidak di curigai lagi dan kehilangan pekerjaan sampingan.” Selanya tanpa sadar mengelurkan keluh kesanya miliknya.
Hemera melangkah mendekat pada pria tersebut dan menatapnya semakin tajam. Dirinya telah tertipu untuk kedua kalinya. Sialan akan sulit sekarang mendapatkan jejak dari Sam dan menuntut 100 koin miliknya.
Ia berpikir dapat menuntut ganti rugi pada bar ini karena, karyawan yang bertugas untuk jasa tersebut telah pergi melarikan diri membawa uang miliknya.
“Dimana dia ?.”
“Aku tidak tahu. Kami hanya sebatas teman kerja di bar dan partner kerja di bar ini tidak lebih. Jadi kuharap Nymph kau dapat menolongku dengan tidak membuat keributan kemari, terlebih menceritakannya pada bossku mengenai bisnis tersebut.” Centaur tersebut benar - benar ingin mencuci tangan dan lepas dari masalah ini membuatnya semakin kesal.
“Setidaknya kau harus tahu di mana pria tersebut jika, kau tidak ingin aku menyulitkanmu disini !. Kau tidak dapat lepas tangan begitu saja. Kau juga mendapat bagian dari hal ini !.” Kesal Hemera dan suranya semakin meninggi seiring dengan ucapan miliknya tersebut, kembali membuat beberapa orang tertarik menatap pada mereka.
Bartender yang melihat hal tersebut menjadi semakin panik dan mulai terdesak dengan bagaimana Hemera menyemburkan keluar kekesalan miliknya, sementara manajernya sudah mulai menatapnya memperingati untuk segera masuk kedalam.
“Jangan berteriak. Aku mengerti kau kesal . Tapi, aku tidak benar - benar tahu dimana Sam berada sekarang atau tinggal. Tapi, memikirkan ia adalah bagian dari Satyr, bukankah dia senang bersenang - senang. Kau bisa mulai mencarinya di tempat yang menyediakan alkohol dan tempat berpesta lainnya. Seharusnya dia berada di Viula sekarang, mengingat ada festival Anbel malam ini .”
Setelah pria Centaur tersebut telah menyelesaikan ucapannya maka tidak menunggu - nunggu lagi, langsung saja Hemera berbalik berjalan pergi dari sana meninggalkan pria bartender tersebut yang melihatnya telah pergi dengan kemarahan, untuk segara kembali masuk bekerja dalam bar Luciod.
Hemera baru mengenal Viula dan ini adalah kali keduanya kemari, dirinya tidak tahu apa - apa disini. Jangankan orang yang dapat di mintainya tolong tempatpun dirinya tidak tahu dimana.
Namun, tujuannya sekaranga dalah menemukan pria yang membawa laringa 100 koin pemberian Doly padanya. Pria bartender mengatakan padanya untuk mencari dimana ada alkohol dan pesta di sana maka Satyr tersebut seharusnya berada di sana pula.
“Aku akan memberi pelajaran kambing itu.” Gumam Hemera marah, mulai menelusuri setiap sisi dari Viula dan bar - bar yang terlihat ramai disana ataupun dimana terlihat ada pesta.
Ia terus berputar - putar di sekitar Viula yang tidak kecil itu dengan harapan dirinya dapat menemukan Sam. Terkdang manik birunya menangkap para Satyr lainnya yang terlihat mirip dengan Sam, untung saja Hemera dapat mengenali lebih dahulu sebelum memanggil mereka, atau beberapa Satyr yang terlihat mabuk dan tidak dapat mengejar Hemera karena telah menyentuh mereka.
Kakinya mulai sakit dan ia telah lelah berjalan dari satu baru ke bar lain, keberadaan dari makhluk setengah kambing tersebut tidak dapat di temukan olehnya. Mustahil baginya dapat menemukan Sam di tengah keramaian Viula dan di penuhi oleh berbagai makhluk disana.
Sementara itu waktunya tidaklah banyak lagi. Hemera harus segera kembali ke kastil sebelum matahari terbit, belum dengan perjalanannya kesana nantinya. Ini benar - benar membuatnya kesal, Hemera tidak ingin kembali dengan tangan kosong. Tidak lagi. Dirinya terus menerus membuang waktu, dimana apa yang harus di carinya semakin banyak dan terus menumpuk dalam kepala kecilnya.
Suara kembang api yang menggelegar keras terdengar membuat Hemera yang tengah bersandar kelelahan di salah satu pion lampu jalanan di sana mendongak ke atas langit. Terpesona dengan berbagai macam warna kembang api yang meledak di gelapnya langit malam di atas.
“Waah…” kembang api tersebut mempesona dirinya, ini adalah pemdanabgan keindahan kedua yang di lihatnya secara langsung setelah, lautan yang di kunjungi dirinya siang kemarin. Hal tersebut berhasil membuatnya melupakan perasaan kesal dan amarah dalam dirinya begitupula dengan penat yang di rasakannya.
Untuk beberapa menit Hemera hanya terus mendongak menatap pada kembang api yang tidak henti - hentinya di tembakan ke atas langit. Sepertinya dirinya harus mengatakan bahwa mungkin ia tidak benar - benar kembali dengan tangan kosong pada kastil itu, setidaknya matanya telah mendapatkan kepuasan tersendiri.
Maka dari itu Hemera memutuskan untuk kembali sekarang dirinya sudah cukup lama berada di luar dan Doly sudah pasti menunggunya di sana sendirian, mempercayai dirinya.
Menghela nafas Hemera menyudahi keterpesonaannya dan mulai berjalan mencari kereta yang akan mengantarnya kembali pada kastil untuk di kurung.
“Sepertinya festival Anbel baru akan di mulai.” Gumamnya melihat begitu banyak kumpulan orang - orang yang berbinding - bondong menuju satu arah yang sama, berhasil menarik rasa penasaran miliknya.
Maka dari itu Hemera memilih untuk mengikuti rombongan di depannya, menghilangkan rasa penarasan dalam dirinya. Setidaknya ia tidak akan menambah beban pikirannya dengan memikirkan apa yang berada di sana setelah, kembali ke kastil dan menyesal karena tidak melihatnya.
Semakin banyak orang yang mengikuti kemana mereka pergi merayakan festival Abnel, terlihat bagaimana orang - orang mulai keluar meninggalkan toko - toko dan bar yang tadinya sudah di isi penuh kini tertinggal beberapa orang saja di dalam.
Tidak lama Hemera melihat bagaimana orang - orang berdiri mengelilingi subgai kecil yang yang begitu jernih dan indah, terlihat dengan berbagai bunga dan pepohonan menghiasnya.
Matanya juga mendapat sebuah jembatan yang berdiri menjembatani sungai kecil tersebut dengan tempat di ujung sana yang sama seperti tempatnya berdiri, banyak yang berkerumun. Dirinya tidak tahu bahwa Viula memiliki sungai di tengah pusat kota tersebut, begitu indah memikat.
Disaat Hemera masih sibuk memandangi sekitarnya, manik mata birunya mendapati seseorang dengan tubuh setengah kambing miliknya tengah duduk di atas batu yang terdapat di pinggir sungai memainkan seruling miliknya.
Menghantarkan alunan - alunan musik dengan indah. Hal tersebut semakin memancingnya menahamkan pandangannya dan pada akhirnya tidak dapat menahan senyuman licik miliknya, saat seseorang yang di carinya telah di temukannya.
Dengan cepat Hemera menerobos keremunan dan berjalan mendekat di mana Sam berada, tidak menyadari keberadaan sosok yang sudah bersiap menghajar dirinya sekarang. Terus memainkan seruling miliknya membiarkan beberapa Nymph yang berada di sekitarnya tertawa senang dan menari mendengar permainan seruling miliknya.