Sam yang sedang memainkan serulingnya dengan santai terkejut saat sebuah tangan begitu cepat menarik alat musik miliknya tersebut darinya.
“Kau pasti bersenang - senang dengan hasil uang penipuanmu.”
Ucapan seorang gadis yang terdengar kesal padanya berhasil membuat Sam terkejut saat menatap gadis bermanik biru di depannya.
Dirinya baru saja berniat untuk memarahi seseorang yang dengan lancangnya mengganggu kesenangan yang di rasakan olehnya setelah sekian lama, sayangnya itu harus tertahan di ujung tenggorokan miliknya.
Sudah begitu jelas bahwa Hemera memiliki alasan kuat untuk marah pada dirinya.
“Nymph” ucap Sam spontan, hal tersebut tidak hanya berlaku untuk Hemera saja, tetapi seluruh Nymph yang berada di sekitarnya juga kini menatapnya. Memperhatikan kedua interaksi dari mereka.
Hemera yang sudah sedari tadi tersadar dengan keadaan di sekitarnya menatap pada Satyr di depannya dengan pandangan tajam miliknya. “Sebaiknya kau ikuti aku dengan tenang dan jangan membuat keributan.” Ucap Hemera mencoba menarik tangan Sam yabg spontan langsung di hindari oleh pria tersebut.
Sam tentu saja tidak akan ikut dengan gadis cantik itu, karena dirinya memang melakukan kesalahan. Bagaimana caranya dirinya akan mengembalikan 100 keping emas yang sudah seper setengah habis.
Sayangnya mata miliknya turun menyusuri pada sebelah tangan kanan milik Hemera melihat bahwa seruling berharganya berada pada tangan seseorang yang di hindari oleh Sam.
Hemera yang menangkap kemana tatapan tersebut mengarah langsung saja menarik masuk tangan kanan miliknya kembali kedalam jubang miliknya.
Dirinya tidak perlu menyeret dengan paksa Satyr di depannya untuk mengikuti dirinya. Karena, pria tersebut yang akan mengikuti ya sukarela.
“Sebaiknya kau ikuti aku jika, ingin serulingmu ini kembali dengan mulus.”