Good Looking

1114 Words
“Iya serius. Gerald bisa sembuh dengan cepat dari gynophobia, karena bantuan dukungan dari pacarnya, Liora.” balas Anton. “Jadi seorang pacar bener-bener ngaruh banget ya buat kesembuhan gynophobia?” “Iya, ngaruh banget. Kakak dulu juga sembuh karena pacaran. Kalau nggak pacaran, nggak tahu sembuhnya berapa lama.” “Berarti, peluang aku buat sembuh masih lama banget dong? Mana gynophobia aku levelnya parah banget.” “Elo bisa sembuh, kalau lo dapet dukungan dari yang namanya pacar. Makanya pacaran, biar lo bisa cepet sembuh.” “Siapa coba cewek yang mau pacaran sama gue?” “Kok kamu ngomong gitu sih?” tanya Anton. “Yang mau sama kamu ya banyak banget dong. Kamu kan ganteng, keren, mirip bule. Siapa coba cewek yang nggak klepek-klepek sama kamu?” “Maksudnya tuh, siapa coba cewek yang mau pacaran sama cowok yang ada gangguan gynophobia kayak aku?” “Albert, zaman sekarang tuh, mau kamu punya penyakit apapun, asalkan kamu good looking, kamu aman.” “Yeah! Dunia sekarang berpihak sama orang-orang good looking. Bersyukur deh kita diciptain ganteng kayak gini.” ucap Gerald. “Yang nge-WA ke kamu banyak banget kan? Dari murid-murid cewek di sekolah?” tanya Anton. “Ada Kak, banyak. Karena si Tevi nyebarin nomor aku sembarangan.” “Si Tevi emang suka gitu orangnya. Suka nyebarin nomor orang sembarangan.” “Nah, tuh banyak yang ngedeketin. Kamu pilih aja salah satu dari mereka, dijamin mereka pasti mau nerima kamu apa adanya. Ya pasti, dari sekian banyaknya cewek yang ngdeketin kamu, ada yang kamu suka. Iya kan?” “Alexa juga nge-WA lo kan?” “Alexa? Nggak ada dia nge-wa gue.” “Hah? Masa sih? Waktu itu dia kan minta nomor WA lo ke gue. Katanya dia mau PDKT ke lo.” “Jadi maksud lo Alexa suka sama gue?” “Ya emang, kita semua kan udah sering bilang kalau Alexa itu suka sama lo.” “Dari mana lo tahu kalau si Alexa suka sama gue?” “Dia sendiri yang bilang.” “Hah? Masa sih?” “Ya iyalah, masa gue bohong? Dia itu pas pertama lihat lo ke sekolah, dia langsung nanyain lo ke gue dan minta nomor WA lo. Dia bilang dia jatuh cinta pandangan pertama sama lo, karena lo itu tipe dia banget. Lo cowok keren, dan si Alexa suka sama cowok keren.” “Alexa itu yang mana?” tanya Anton. “Sahabatnya Liora, temen sekelas kita. Kakak nggak bakalan tahu.” “Kalau emang iya dia suka sama gue? Kok dia nggak ada ngontak gue sih?” “Ya belum kali. Intinya, dia itu beneran suka sama lo. Emangnya lo nggak bisa lihat apa? Waktu pertemuan lo sama dia tadi pagi? Dari sikapnya, dari cara bicaranya ke lo, itu tuh nunjukin banget kalau Alexa suka sama lo.” “Meskipun iya, dia suka sama gue. Belum tentu dia mau nerima gue apa adanya.” “Alexa pasti mau kok nerima lo apa adanya. Dia itu kan sahabatnya Liora, sama-sama cewek yang baik.” “Itu kan cuma asumsi lo doang, belum tahu si Alexanya gimana?” “Lo sendiri, lo juga suka nggak sama si Alexa? Dia kan tipe lo banget, dia keturunan bule loh.” “Dah ah jangan bahas itu. Bahas yang lain aja!” “Kenapa? Lo malu karena ada Kak Anton? Yaelah nggak usah malu kali. Kalau mau curhat ya curhat aja, Kak Anton juga Abang lo kali.” “Iya Albert, kalau mau curhat ya tinggal curhat aja. Nggak usah malu sama Kakak!” “Ayo buruan! Omongin semuanya di sini! Kayak biasa kita kalau cerita suka jujur-jujuran.” Albert terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. “Jujur, pas pertama kali ngelihat Alexa, gue juga langsung jatuh hati sama dia.” Anton dan Gerald langsung tersenyum mendengar ucapan Albert barusan. “Kok malah ketawa sih? Dah ah malu ceritanya juga.” “Dih! Siapa yang ketawa? Orang gue sama Kak Anton senyum. Lo nggak bisa bedain senyum ama ketawa? Aneh lo.” “Ya sama aja ah.” “Ayo Albert cerita lagi!” “Iya, buruan cerita lagi!” “Ya udah gitu, nggak ada lanjutannya. Intinya gue suka sama Alexa.” “Kalau suka, ya tembak dong!” “Nggak ah Kak, nggak berani. Takut ditolak.” “Ya nggak bakalan ditolak kali. Orang Alexa juga suka sama lo.” ucap Gerald. “Ya kan belum tentu Alexa mau nerima kekurangan gue.” “Lo dengerin gue! Alexa itu cewek baik, sama kayak Liora! Jadi, dia pasti bakalan nerima lo apa adanya kok. Percaya deh sama gue!” “Ngapain gue percaya sama lo? Lo juga belum tahu Alexa mau nerima kekurangan gue apa nggak?” “Kita lihat aja besok! Kalau Alexa masih bersikap manis sama lo, udah pasti dia mau nerima lo apa adanya. Secara kan semua murid sekolah udah tahu kalau kita punya gynophobia.” “Hah? Semua murid di sekolah kalian pada tahu kalau kalian punya gynophobia?” “Iya Kak. Soalnya Om Gino bilang ke Guru, buat ngasih tahu semua murid soal hal ini. Supaya kita aman dari jangkauan murid-murid cewek.” “Nah, Albert bilang banyak yang ngedeketin lewat WA. Itu berarti mereka mau nerima kamu apa adanya, kan mereka udah tahu kalau kamu gynophobia?” “Jelas pada maulah, asalkan good looking pasti dihargain.” ucap Gerald. “Lo ngerasa ganteng banget gitu?” tanya Albert kepada Gerald. “Jelas! Gue bersyukur atas anugerah yang udah dikasih Allah SWT sama gue, yaitu paras yang tampan. Jadi, harus disyukurin.” “Nggak usah terlalu percaya diri juga kali, itu nggak baik, nanti malah jatuhnya ke sombong.” “Terus gimana? Harus merendah untuk meroket gitu? Harus posting pake caption gue jelek? Terus ngaku ke orang-orang kalau gue jelek? Itu sama aja ngehina ciptaan Allah SWT dong, dan nggak bersyukur. Kalau Liora denger, udah abis lo kena omel dia.” “Maksudnya?” “Liora paling nggak suka, kalau ngedenger orang yang cakep bilang diri sendiri jelek. Intinya, dia nggak suka banget sama orang yang suka merendah untuk meroket. Jadi, jangan sekali-kali lo merendah untuk meroket di hadapan cewek gue! Nanti abis lo sama dia.” “Enak banget ya lo sekarang! Lo udah bisa hidup normal, karena lo udah sembuh. Lo bisa ngejalanin aktivitas dengan percaya diri banget. Sementara gue, gue masih terjebak dalam gangguan gynophobia level parah. Di mana gue harus jaga jarak sama cewek semua umur, terus gue harus ngejalanin terapi sama minum obat-obatan yang bakalan ngebantu gue buat cepet sembuh katanya. Hadeh males banget gue sumpah! Gue pengen sembuh dari gynophobia ini please! Gue pengen hidup normal juga kayak remaja cowok lainnya!”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD