TJOL 18 Darren sangat semringah saat mendengar adzan subuh berkumandang, yang menandakan bahwa setengah jam lagi jam kerjanya akan selesai. Darren mengambil air wudhu, untuk menunaikan sholat terlebih dahulu. Beruntunglah dia sebagai mekanik bisa bebas leluasa saat tidak ada mesin yang harus ia tangani. Jadi, ia bisa sholat lebih awal. Hanya segelintir orang yang ada di masjid khusus para karyawan itu. Darren duduk di lantai setelah selesai sholat, ia pakai kembali sepatunya setelah mengeringkan kakinya. Wajahnya tak selesu beberapa jam yang lalu, sudah tampak segar ditambah bercahaya berkat air wudhu. Ia jalan cukup tergesa setelah membaca pesan digrup khusus mekanik, Satria mengatakan mereka harus segera berkumpul untuk breifing akhir shift. Satria memutar bola matanya malas, Darren d

