KENAPA HARUS AKU?

1114 Words
“Aneh, kaki aku rasanya udah ringan lagi,” ucap Birendra pada dirinya sendiri saat Gadis sudah pergi meninggalkannya. “Kamu harus menolongnya, kamu harus selalu berada disisinya. Kamu adalah pelindungnya, kamulah yang terpilih,” sebuah bisikan yang terdengar begitu samar-samar di telinga Gadis dan hal itu membuatnya merasa begitu pusing dan mual. “Kayaknya telingaku harus aku periksakan lagi ini. gara-gara serangga bodoh itu, bagaimana bisa dia masuk ke dalam lubang telingaku,” keluh Gadis pada dirinya sendiri karena sehabis ia kemasukan serangga, ia mulai bisa mendengar suara-suara aneh dalam hidupnya. Suara-suara yang terasa begitu menakutkan dan kalau di dengarkan terus, suara itu akan membuatnya melakukan sebuah tindakan yang begitu konyol. Sedangkan di kosan Birendra mulai merasakan hal-hal yang ganjil mulai datang dalam dunia perkosannya, tapi sampai sekarang dia belum tahu kenapa hal-hal itu muncul dalam hidupnya, kenapa bukan orang lain saja yang merasakan hal-hal ganjil itu. Birendra merasa kalau dirinya adalah orang biasa-biasa saja yang tidak mempunyai kemampuan istimewa yang bisa membuatnya dapat merasakan hal-hal ganjil seperti itu. “Kenapa kalian datang kepadaku? Kenapa bukan orang lain saja yang kalian ganggu, kenapa harus aku? Aku itu cuma seorang mahasiswa teknik pertambangan dan aku juga berasal dari keluarga biasa-biasa saja, terus kenapa kalian menggangu aku?” keluh Birendra setengah menyerah, ia merasa begitu tersiksa dengan terror yang mereka berikan kepadanya. “Apa aku punya salah kepada kalian sehingga kalian memperlakukan aku seperti ini? kalau aku memang punya salah pada kalian, aku minta maaf dan aku mohon kepada kalian pergilah dalam kehidupanku,” isak Birendra yang sejak tadi selalu di ganggu oleh mahkluk-mahkluk astral tersebut. “Kamu tidak boleh pergi! Kamu tidak boleh pergi, kamu harus selalu bersama kami. Kamu adalah raja kami dan selamanya akan selalu seperti itu,” sebua bisikan yang sejak tadi selalu Birendra dengar dan hal itulah yang membuat kepala Birendra terasa begitu pusing. Ingin rasanya ia berteriak dan meminta bantuan kepada orang lain, namun hal itu tidak bisa ia lakukan karena ia takut kalau ia akan dicap sebagai seorang penipu, dan yang paling parah adalah orang-orang akan mencap dirinya sebagai orang aneh yang mempunyai hayalan diluar pemikiran manusia pada umumnya. . . “Kakek?” panggil Birendra ketika ia bisa melihat Kakeknya sedang berdiri dihadapannya. “Bagaimana kabarmu Nak?” “Kakek … kenapa Kakek pergi secepat ini? aku begitu merindukan kakek, dan asal Kakek tahu setelah kepergian Kakek, aku menjadi seperti ini Kek. Aku menjadi bisa melihat hantu, aku juga bisa berkomunikasi dengan mereka,” keluh Birendra dengan deraian air mata. Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia merasa begitu kehilangan sosok seoarang kakek dalam hidupnya. Ia merasa kalau hanya kakek lah yang begitu menyayanginya. Ia juga begitu dekat dengan Kakeknya. Sehingga kematian kakeknya membuat batin Birendra tersakiti. Ia tidak menyangka kalau kakek orang yang begitu ia sayangi akan pergi secepat ini. “Ren, kakek tahu kok bagaimana rasanya menjadi kamu, tapi kakek juga tahu kalau kamu akan kuat menghadapinya dan hanya kamu yang bisa menghadapinya.” “Maksud Kakek apa? Menghadapi siapa? Dan kenapa harus aku? Kenapa bukan orang lain saja? aku capek Kek, aku capek di kejar-kejar terus sama mahkluk astral itu. Aku hanya ingin menjalani kehidupan yang normal, aku tidak mau menjalani hidupku dengan terus-terusan bisa melihat dan mendengar mereka.” “Kamu tidak bisa menghindari takdir kamu Ren, tapi Kakek yakin kalau kamu akan secepatnya menerima kenyataan ini dan kakek juga sangat yakin kalau kamu itu bisa.” “Kekek … Kekek … Kakek!!!” teriak Birendra dengan nafas tersenggal-senggal. Baru kali ini ia bermimpi bertemu dengan kakeknya. Kek, apa maksud perkataan Kakek barusan? Terus kenapa kakek secepat itu pergi meninggalkanku. kenapa Kakek tidak stay saja dalam mimpiku, kenapa kakek harus pergi meninggalkanku lagi. TOK … TOK … bunyi pintu kamar Birendra yang diketuk oleh seseoarang. “Ya!” jawab Birendra dengan lesu, tetapi ia langsung beranjak dari tempat tidurnya. “Busyet! Ini udah jam berapa Ren? Kenapa kamu belum siap-siap?” tanya Eljo yang melihat sahabatnya itu masih santai dengan baju tidur dan tak lupa tatanan rambut yang terlihat begitu kusut. “Santai … ini kan masih jam setengah tujuh.” “Setengah tujuh mbahmu kipper kuui … lihat ini,” kata Eljo sambil ia memperlihatkan pukul berapa sekarang melalui smartphone yang ia punyai. “Heh … udah jam delapan? Gila … kenapa kamu gak bangun aku dari tadi sih Jo, kalau kaya gini caranya kita nanti bakal kena semprot si boss KKN,” “Astaga Ren … Ren … aku itu udah dari tadi lho manggilin kamu. Kamu aja yang gak denger dan kalau kamu masih ragu dengan perkataanku kamu bisa kok tnya sama penjaga kosan kita.” “Ya udah kalau gitu aku mandi bebek dulu ya, dan kamu bilang aja sama anak-anak kalau kita akan menyusul mereka, daripada mereka nungguin kita terus nanti ujung-ujungnya kita bakal kena semprot sama mereka,” pinta Birendra pada Eljo. “Ya udah sana buruan mandi!” Saat Birendra sedang mandi, tiba-tiba saja rasa penasaran Eljo pun muncul. Entah kenapa Eljo merasa ada hal yang aneh pada diri Birendra, hal yang sangat rumit dan susah untuk dicari solusinya. . . “Bau apa ini?” ucap Birendra yang mencoba untuk mengendus-endus bau yang sangat menusuk rongga hidungnya. Bau ini terasa begitu familiar, tetapi ia  masih belum tahu ini bau apa. Birendra mulai memutar otaknya, ia  kerahkan  semua tenaga yang ia miliki, namun naas karena kejadian kemarin malam membuat Birendra merasa begitu kecapekkan. Tiba-tiba matanya terbelalak dengan sempurna ketika ia mengetahui bau apa ini, “Oh tidak, kenapa ada bau kentang go ….” Birendra segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Birendra  tidak ingin mengucapkan kata-kata yang diucapkan dalam bahasa Jawa sangat pamali. Bau ini adalah bau kentang gosong. Bau kentang gosong menurut orang Jawa adalah bau yang selalu muncul akibat datangnya kaum jin ke alam manusia dan bau kentang gosong ini identik dengan  pertanda datangnya genderuwo disekitar kita. Perasaan Birendra mulai kalang kabut lagi, karena ia harus mengalami hal-hal mistis, hal yang sangat ia benci dalam hidupnya. Karena hal itu akan menguras seluruh energinya, dan ia juga  memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan energinya lagi. Ketika Birendra hendak mencoba untuk memanggil Eljo, tiba-tiba saja ia  tersentak terkejut sehingga membuat pandangannya langsung menoleh kearah ketukan dinding di kamar mandinya. Entah ada apa dengan diri Birendra yang membuat mahkluk-mahkluk itu selalu mencoba untuk mendekatinya  dan pada akhirnya mereka akan berusaha untuk menyakiti Birendra. Ia tidak tahu apa maksud dan tujuan yang mereka inginkan sebenarnya, kenapa mereka selalu meneror Birendra dan menyiksanya  menjadi seperti ini. sejujurnya ia  sudah muak dengan kebringasan kaum-k***********n seperti mereka, tetapi ia juga tidak bisa menghindari mereka, kecuali ia  menemukan sebuah cara untuk mengusir mereka menjauhi kehidupan Birendra untuk selamanya.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD