Bagian 60

1647 Words

Sean terdiam menatap Seungha. Ah, sial. Sorot mata itu membuat napasnya tercekat di udara. Sama seperti waktu itu, saat Sean berpikir Seungha akan menciumnya. Berhadapan dengan Seungha dengan jarak sedekat ini-walau tidak sedekat malam itu-membuat jantungnya berulah. Jantung Sean berdebar-debar seperti sedang berlari maraton, perasaan asing yang telah lama Sean lupakan tiba-tiba kembali muncul. Perasaan berdebar dan gugup. Sama seperti yang Sean rasakan setiap kali ia akan naik ke atas panggung dalam pertunjukkan tari. “Sean?” Bulu kuduk Sean berdiri saat Seungha memanggil namanya. Padahal tadi otaknya sedang berpikir apakah dirinya harus memaafkan Seungha atau tidak. Tapi, yang terjadi sekarang malah dirinya berdebar-debar karena berada dalam posisi yang dekat dengan Seungha. Pemuda it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD