Bagian 59

2024 Words

Tubuh Sean bergidik ngeri saat mendengar nama panggilan itu. Rose? Itu adalah nama panggilan yang menggelikan. “Rose!” Sean mendengkus mendengar suara Chanho yang kembali berteriak. Meski tak melihatnya, dari suaranya yang melengking dan nama panggilan itu, Sean sudah tahu jika yang ada di luar sana adalah Lee Chanho. Si pemuda aneh dengan aroma parfum yang menyengat. “Rose!” Sean mengembuskan napas berat. Sepertinya dia memang harus keluar untuk menutup mulut si Chanho itu. Atau membiarkannya saja? Biar tetangga yang merasa terganggu menyeretnya pergi dari sana. Tidak, lebih baik Sean mengusir Chanho sendiri. “Apa?” tanya Sean ketus setelah membuka pintu pagar rumahnya. Gadis itu lantas menatap jengkel ke arah Chanho yang berdiri di  depannya. “Hai,” sapa Chanho dengan senyum ceria.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD