Ucapan Sean tempo hari masih menghantui pikiran Seungha. Bahkan setiap kata-kata yang diucapkan gadis itu Seungha mengingatnya dengan jelas. Dan karena terus teringat oleh kata-kata Sean, Seungha mulai berpikir, apa benar dia adalah orang yang picik? Namun, Seungha merasa dia tidak salah menganggap dirinya yang lebih menderita dari Sean. Lagi pula itu hanya pendapatnya saja. Lalu kenapa Sean harus marah dan tidak terima? Seungha sama sekali tidak mengerti. Hujan yang turun sejak pagi itu, seolah menggambarkan perasaan Seungha yang kacau. Apalagi saat tiba-tiba saja pikiran bahwa Sean mungkin akan benar-benar membencinya terlintas di kepala Seungha. Membuat perasaan Seungha yang kacau jadi semakin kacau. Bagaimana kalau hal itu benar-benar terjadi? Itu artinya usaha yang selama ini dia lak

