Malam itu Arsakha menginap di rumah Ki Rana Purwa. Seorang dayang yang bekerja di rumah Ki Rana Purwa mengantarkan Arsakha ke dalam kamar yang menjadi tempat tinggalnya malam itu. Arsakha berjalan memasuki kamar yang berukuran tidak terlalu besar. Dia pun melihat-lihat dinding kamar yang terbuat dari kayu jati dan pandangan matanya beralih ke arah dipan yang juga terbuat dari kayu jati dengan ukiran yang begitu indah. Baru kali ini Arsakha dipersilahkan untuk tidur di atas dipan dengan ukiran indah seperti itu. Karena selama dia tinggal di dalam alas Nggaranggati ataupun tidur di rumah paman Kliwon, tidak pernah menemukan yang seperti itu. Perlahan Arsakha duduk di atas dipan yang indah itu. Alas tidurnya begitu empuk karena terbuat dari kapuk. Pemuda itu kembali teringat kepada keluarga

