Dewi Utari kembali mengikuti perjalanan Arsakha bersama Diah Arum Purwati memasuki wilayah Desa Pancuran Gading. Sepanjang perjalanan, penduduk desa Pancuran Gading seakan gembira melihat kembalinya Diah Arum Purwati yang sempat kabur dari rumahnya. Seperti saat dia baru saja sampai pada rumah paling ujung di dekat perbatasan gang menuju rumah Diah Arum Purwati. Seorang wanita paruh baya menyapa Diah Arum Purwati. “Ndoro, Diah?” Seorang wanita paruh baya tersenyum bahagia melihat Diah Arum Purwati melintas di depan rumahnya. Kebetulan wanita paruh baya itu tengah menutup jendela rumahnya karena matahari hampir terbenam. “Iya, nyai Lastri.” Dyah Arum Purwati tersenyum sembari menghentikan langkah kakinya untuk menyapa kembali wanita paruh baya yang tengah tersenyum kepadanya. “Ke mana sa

