Jendela kamar sebelah Haleth terlihat menyala. Dan itu adalah kediaman Idril sepupunya. Pria itu melangkah pasti dan berdiri dihadapan pintu yang tertutup rapat. Dia harus tahu apakah Haleth-nya baik-baik saja. Dia harus bicara dengannya segera. Tidak boleh tertunda. Pria itu mengetuk pintunya singkat kemudian mundur sedikit ketika mendengar suara langkah yang mendekat kearah pintu. Dia mencoba untuk menekan seluruh emosi yang mengerikan di dalam dirinya sebelum berhadapan dengan orang yang berkepentingan denganny. Setelah menunggu, Elvern lantas melirik kearah pintu yang terbuka sedikit, sepasang mata menatap tajam kearahnya. “Aku ingin bicara dengan Haleth.” “Dia tidak ada disini,” Idril berujar singkat nada bicaranya lumayan ketus. Ini kali pertama dia perlakukan seperti ini oleh dia

