Obrolan dengan singkat—karena aku lebih banyak nangisnya, dengan Kak Vina barusan membawaku pada satu pemikiran. Baiklah, ini bukan salahku. Aku mungkin lalai dan ceroboh, tapi sebagai orang bertuhan, aku kembali diingatkan untuk percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi ada campur tangan dari-Nya. Terkadang kita sudah berhati-hati dan tidak merasa berbuat salah pun tetap mengalam nasib buruk. Aku bukannya ingin membandingkan deritaku dengan derita orang lain dengan menganggap yang aku alami ini lebih baik daripada apa yang mereka alami. Izinkan aku berpegang pada satu harapan untuk bisa keluar dari kabut duka ini seperti halnya mereka yang pernah mengalami kehilangan berkali-kali dan lebih tragis. Tidak ada satu pun kehilangan yang mudah, terlebih kehilangannya seorang ibu atau ayah y

