42 | Pulang Ke Tempat Seharusnya Pulang

2177 Words

Apa lagi yang tersisa dari hidupku saat ini? Tinggal berjauhan dengan keluarga, karir berhenti, anak mati, suami selingkuh dengan temannya sendiri. Aku tadinya mau menyalahkan takdir, mempertanyakan apa salahku sampai aku ditimpa masalah bertubi-tubi nyaris dalam satu waktu. Namun, terima kasih pada Vania karena telah mengingatkan aku agar introspeksi diri alih-alih menyalahkan faktor lain. Bagi orang toksik sepertiku, sudah benar Tuhan merenggut segala yang aku miliki. Aku memang tidak pantas menerimanya. Pandu harus hidup bahagia dengan seseorang yang membuatnya nyaman dan bebas, bukan denganku yang over protective, cemburuan, dan sering tidak percaya diri. Pun dengan Lily, dia pantas memiliki ibu yang lebih baik daripada aku. Barangkali itulah mengapa Tuhan memanggilnya sebelum dia se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD