41 | Cerai

1735 Words

“Aku dan Pandu tidur bareng.” Aku berkedip pelan tanpa mengubah ekspresi seperti pura-pura terkejut untuk menghargai pengakuan Vania. “Lalu?” balasku. Malah Vania lah yang terlihat terkejut saat ini. Dengan cepat dia bisa memahami situasi lewat senyum tipis di sudut bibir dan gumaman ‘oh’ pendek. “Kamu sudah tahu ternyata.” Jujur saja, senyumannya itu menyinggung perasaanku. Aku menyipitkan mata keheranan. “Apa yang membanggakan dengan mendatangi seseorang dan mengatakan kalau kamu pernah tidur sama suami orang itu? Karena di mataku, itu malah menunjukkan serendah apa dirimu.” “Jaga mulutmu,” desis Vania tersinggung. Gantian aku yang tersenyum miring. “Cepat katakan tujuanmu kemari, Van, aku nggak tahan lihat wajah kamu lama-lama. Jijik, tahu nggak?” Aku bisa lihat asap tak kasat mat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD