Jadi, seperti inikah endingnya? Aku harus meninggalkan Bali tanpa sempat berpamitan dengan teman-teman yang sebetulnya bisa dihitung dengan jari, tanpa mengucapkan terima kasih pada kak Vina dan orangtua Pandu yang selama ini sudah seperti keluarga keduaku, tanpa mengunjungi makam Lily untuk memberi tahunya bahwa aku tidak bisa membawanya pulang bersamaku. Aku hanya sempat menelepon Ibu mertuaku dalam perjalanan menuju terminal bus untuk bilang terima kasih atas segalanya dan maaf harus berpamitan dengan cara seperti ini. Mereka pasti bertanya-tanya, terlebih aku mengataannya dalam keadaan menangis. Aku tidak peduli, biarlah Pandu yang menjelaskan pada mereka nanti. Terserah entah dia mau jujur atau beralasan lain. Tentu saja begini lah endingnya. Memangnya apa yang aku harapkan dari pern

