45 | Suami Tidak Bertanggung Jawab

707 Words

Aku menunggu beberapa saat reaksi Ibu yag tak langsung muncul ketika aku memberi tahu rencana perceraianku. Aku pikir, Ibu akan heboh menanyai sebabnya, menyalah-nyalahkan Pandu, atau malah senang. Namun ternyata, yang keluar dari bibirnya pertama kali adalah, “apa nggak ada jalan lain?” Sorot mata itu tampak nelangsa, seolah-olah Ibu menyayangkannya. “Aku kira Ibu bakal senang aku pisah sama Pandu, karena itu artinya aku bisa tinggal di sini lagi?” “Ibu mana yang senang melihat rumah tangga anaknya gagal?” Tentu saja, tidak ada orang tua yang ingin anaknya gagal dalam hal apa pun. “Maaf, Bu.” Aku menundukkan kepala, entah kemana hilangnya keyakinan dan ketenanganku tadi. “Maaf, aku mengecewakan Ibu lagi,” tambahku penuh penyesalan. “Kenapa semuanya kamu mintai permaafan, Nin?” Ibu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD