Takut Kehilangan

2015 Words

Pintu ruangan Kevin masih tertutup rapat. Suasana di dalam mendadak berubah tegang setelah Kesya keluar. Kevin berdiri di belakang mejanya, satu tangan bertumpu di permukaan kayu gelap itu. Tatapannya tajam, rahangnya mengeras. Sarah masih berdiri beberapa langkah darinya, menyilangkan tangan dengan ekspresi tak puas. Kevin menarik napas pendek. “Sarah, lebih baik kamu pulang saja sekarang,” ucapnya datar, tapi jelas menahan sesuatu. Sarah tertawa kecil, nada tawanya terdengar sinis. “Kamu ngusir aku, Kevin?” katanya dengan nada meninggi. “Kita udah lama loh gak ketemu setelah kamu pulang dari Singapore.” Kevin menutup matanya sepersekian detik, mencoba menahan emosi. “Ini kantor,” jawabnya singkat. “Dan saya lagi kerja.” “Kerja?” Sarah melangkah mendekat. “Dari tadi juga kamu gak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD