Singapore

1588 Words

Weekend akhirnya datang, tapi bukan dengan rencana yang manis seperti yang Kesya bayangkan sejak awal minggu. Di kamar yang rapi dengan koper besar berwarna cream terbuka di atas karpet, Kesya berdiri sambil memegang ponsel, alisnya berkerut kesal. Notifikasi chat masih terbuka. Alya: “Sya maaf banget gue gak jadi ikut, ada urusan keluarga mendadak.” Nadine: “Kes gue juga batal 😭 kerjaan numpuk banget. Next trip ya please.” Kesya menghela napas panjang, menjatuhkan tubuhnya duduk di tepi kasur. “Ya ampun… kok pada batal berangkat sih,” gumamnya sambil menatap layar. Ia mengacak rambutnya pelan, lalu menatap koper yang sudah penuh. “Yaudah lah ya… mau gimana lagi,” katanya setengah mendesah. “Yang penting gue tetap pergi. Masa tiket udah dibeli mahal-mahal gak jadi pergi.” Ia berd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD