Kiss

2188 Words

Udara malam di luar gedung hotel terasa lebih dingin dibandingkan di dalam ballroom. Lampu-lampu taman menyala redup, memantulkan cahaya ke jalan parkiran yang masih dipenuhi mobil para tamu undangan. Pintu kaca utama terbuka.Kesya keluar lebih dulu. Langkahnya pelan. Sepatu heels yang ia kenakan masih berbunyi pelan setiap menyentuh lantai. Namun begitu ia melihat ke arah parkiran Langkahnya langsung berhenti. Di depan sana, tepat di jalur keluar gedung… dua mobil mewah berhenti berdampingan. Satu mobil hitam mengilap.Satu lagi abu-abu elegan.Dan di depan masing-masing mobil… dua pria berdiri. Kesya langsung tahu siapa mereka. Dadanya langsung berdegup lebih cepat. Beberapa detik kemudian pintu di belakangnya terbuka lagi. Teman-teman modelnya ikut keluar. Begitu mereka melihat p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD