Sinar matahari pagi sudah masuk dari celah tirai kamar Kesya. Cahaya hangat itu perlahan mengenai wajahnya yang masih terbenam di bantal. Rambut panjangnya sedikit berantakan, dan selimut masih menutupi setengah tubuhnya. Beberapa detik kemudian… “Hmm…” Kesya menggeliat pelan. Tangannya meraba-raba meja samping tempat tidur mencari ponsel. Ia membuka mata setengah sadar. Jam di layar ponselnya menyala. 09:02 Beberapa detik otaknya seperti masih memproses. Lalu tiba-tiba— “HAH?!” Kesya langsung duduk tegak di atas tempat tidur. “SEMBILAN?!” Ia menatap layar ponsel dengan mata membesar. “Ya Tuhan!” Kesya langsung memegang kepalanya. “Mampus gue…” Ia mengacak rambutnya sendiri sambil bergumam panik. “Hari ini harus meeting sama Pak Kevin sama Angkasa!” Kesya langsung melonc

