Lagi

3100 Words

Shibuya siang itu ramai, tapi bukan ramai yang bikin pusing—lebih ke hidup. Lampu-lampu toko, kaca-kaca besar, dan orang-orang yang jalan cepat sambil bawa kopi bikin suasana Tokyo terasa seperti tidak pernah berhenti bergerak. Kevin dan Kesya berdiri di depan deretan toko brand Jepang. Kesya langsung melirik satu toko dengan display pakaian rapi banget. “Ini Jepang tuh kenapa semua barangnya kelihatan… mahal ya, padahal belum dipegang,” katanya pelan. Kevin melirik. “Karena memang biasanya mahal.” Kesya menoleh. “Jawaban kamu selalu realistis banget sih.” Kevin santai. “Biar kamu gak kecewa di kasir.” Kesya mendengus kecil, tapi tetap jalan masuk. --- Di dalam toko pertama, semuanya rapi. Baju digantung dengan jarak sempurna. Warna-warna netral mendominasi: beige, hitam, pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD