Rencana

2312 Words

Pagi Tokyo kali ini lebih lembut dari kemarin. Cahaya matahari masuk lewat jendela hotel, jatuh pelan ke lantai, bikin suasana kamar terasa hangat tanpa perlu banyak usaha. Kesya sudah bangun lebih dulu. Duduk di tepi ranjang sambil menatap Kevin yang masih setengah tidur, rambutnya acak-acakan, wajahnya masih kelihatan capek sisa perjalanan kemarin. Kesya pelan-pelan menyenggol kakinya. “Kevin…” Tidak ada respon. Kesya nyengir kecil. “Kevin…” Kevin bergumam pelan, masih mata terpejam. “…lima menit…” Kesya langsung ketawa kecil. “Ini Jepang, bukan rumah.” Kevin akhirnya membuka satu mata. “…gue tau.” Kesya melipat tangan. “Kalau kamu gak bangun, kita gak sarapan.” Kevin langsung diam sebentar. Lalu pelan duduk. “…sarapan?” Kesya mengangguk cepat. “Iya. Katanya kamu mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD