Malam mulai turun di kota Jakarta. Gedung Aurellion Group masih berdiri terang di tengah deretan gedung lainnya. Sebagian besar kantor sudah gelap karena karyawan pulang sejak satu jam yang lalu. Namun di lantai paling atas… Lampu ruang CEO masih menyala terang. Di dalam ruangan itu Kevin duduk di kursinya sambil menatap layar laptop. Di mejanya sudah ada tiga tumpukan dokumen yang hampir selesai ia tanda tangani. Tangannya bergerak cepat membalik halaman. Tanda tangan. Balik halaman lagi. Tanda tangan lagi. Jeremy yang berdiri di depan meja sejak tadi sampai mengernyitkan dahi. Ia menatap Kevin beberapa detik. Lalu akhirnya berkata pelan. “Bos…” Kevin tidak mengangkat kepala. “Hm?” Jeremy melirik jam di dinding. “Ini udah jam delapan malam.” Kevin masih fokus membaca lapor

