Tay berjalan menyusuri rumah sakit dengan salah satu tangannya yang memegang telepon menghubungi anak buahnya untuk mencari Gunn keseluruh tempat. Bahkan cctv rumah sakit tidak terlewatkan oleh Tay, namun tidak menghasilkan apa-apa karena saat kejadian cctv rusak atau mungkin sengaja dirusak agar mereka tidak terdeteksi. Hal itu membuat Tay semakin geram. Tay tidak bisa menebak siapa yang menculik adik kesayangannya karena Tay memiliki banyak musuh sehingga dia hanya mampu mencari tanpa arah yang jelas.
"Boss.. Boss.. tunggu dulu boss" panggil Off saat melihat Tay keluar dari rumah sakit.
"Kenapa kamu disini? Aku menyuruhmu untuk mencari Gunn !"
"Ikut aku"
Off menarik tangan Tay dengan paksa menuju suatu tempat, Tay mengikuti dengan enggan disaat seperti ini Tay memang tidak bisa berfikir jernih meskipun dia seorang mafia yang ditakuti oleh musuh-musuhnya namun jika berkaitan dengan orang yang dia sayangi Tay akan berubah menjadi orang bodoh yang tidak tahu harus melakukan apa. Untung saja ada Off yang masih bisa berfikir jernih walaupun pujaan hatinya sedang dalam bahaya namun boss nya memang tidak bisa diandalkan jika menyangkut hal seperti ini.
"Kamu mau membawaku kemana?"
"Aku ingin kau menemui seseorang. Dia bisa membantu melacak keberadaan Gunn"
Dengan mata berbinar Tay terus mengikuti Off hingga tiba disebuah kafe yang berada tidak jauh dari rumah sakit, Tay berhenti tepat didepan pintu kafe tersebut membuat Off yang sejak tadi menggandeng tangannya menatap Tay dengan heran.
"Ada apa?"
"Kenapa kamu membawaku kesini?"
"Ayo masuk, aku akan menjelaskannya padamu nanti"
Sebenarnya Tay tidak yakin dengan apa yang ditemukan oleh Off ditempat seperti ini. Ini hanya sebuah kafe biasa bagaimana bisa menemukan adiknya yang diculik dirumah sakit yang bahkan tidak berkaitan dengan tempat ini. Suasana kafe sangat ramai sesekali beberapa pengunjung melirik ke arah mereka, bahkan ada yang terang-terangan menatap mereka berdua sejak masuk kafe, Tay merasa risih dilihat oleh orang lain seperti itu membuat Tay ingin menembak kepala mereka hingga hancur berkeping-keping namun hatinya berkata untuk bersabar demi bisa menyelamatkan adik kesayangannya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk"
Off dan Tay masuk ke dalam sebuah ruangan setelah seseorang mempersilahkan mereka masuk. Ruangan yang berada dibawah tanah itu lumayan luas dan terang, Tay mampu melihat isi dalam ruangan itu banyak sekali alat aneh yang tidak Tay ketahui kegunaannya. Sepertinya sebelumnya ia pernah melihat peralatan ini, tapi entah dimana Tay sudah lupa.
"Maafkan aku tidak memberitahumu sebelumnya. Tempat ini milik salah satu kenalan kita. Dia juga orang yang sudah berjasa pada kita saat di WOG" ujar Off menjelaskan. Hal itu malah membuat Tay semakin bingung "Apa maksudmu?"
"Apa kabar Tay? Sudah lama kita tidak bertemu"
Tay yang sedang menatap Off untuk minta penjelasan kini berbalik saat suara seseorang menyapanya. Karena sejak tadi Tay masuk tidak menyadari keberadaan seseorang yang berada didalam ruangan itu.
"Apa kau masih mengingatku? Sepertinya kini kau sudah menjadi seorang boss besar. Bahkan petarung nomor satu di WOG menjadi bawahan mu. Tidak sia-sia perjuanganku saat itu untuk pura-pura mati agar kau bisa keluar dari neraka yang sangat kau benci itu"
Ucapan panjang lebar dari orang itu menyadarkan Tay dari rasa terkejutnya, bagaimana Tay tidak terkejut jika seseorang yang sudah mati bertahun-tahun yang lalu kini muncul dihadapannya bahkan bisa berbicara.
"Kau? Bagaimana bisa kau ada disini? Bukankah Off sudah membunuhmu?" Tanya Tay melihat kearah Off dan orang itu bergantian. Ia masih tidak percaya dengan penglihatannya. Bagaimana bisa orang itu masih hidup? Walaupun Tay tidak melihat jasadnya secara langsung, tapi menurut semua orang, orang yang ada dihadapannya ini seharusnya sudah mati bertahun-tahun yang lalu.
Melihat boss nya yang kebingungan Off segera menjelaskan apa yang terjadi "Tidak, waktu itu aku tidak membunuhnya Aku hanya melakukan seakan-akan membunuhnya hanya untuk mengelabuhi mereka dan membuatmu bebas. Saat itu seseorang membantu kami, dia tertarik pada kita bertiga. Tapi Tuan hanya akan memberikan dua orang dari kita yaitu aku dan Lee. Lee tahu jika kamu sangat ingin pergi dari sana sehingga dia pura-pura mati dan kamu terpilih. Jasad Lee saat itu langsung dimasukkan peti, namun diambil oleh orang yang membantu kami sehingga dia bisa mendapatkan kita bertiga sekaligus" cerita Off pada akhirnya. Tay hanya terdiam merenung.
"Orang itu siapa?" Tanya Tay datar.
"Tuan Sharn. Ayah angkat mu" ujar Off.
"Lalu apa hubungannya semua itu dengan keadaan saat ini? Kenapa kamu malah membawaku kesini disaat Gu n sedang diculik !!!" teriak Tay dengan geram menarik kerah baju yang Off gunakan. karena reuni tidak terduga ini membuat Tay hampir melupakan tujuan awalnya datang kesini.
"Hahahaha.. kalian memang tidak berubah. Kau masih saja takut pada Tay walaupun kau yang terkuat di antara kita Off, tapi kau selalu hampir membunuhku jika aku membuatmu kesal sedikit saja"
"Diam kamu Lee. Jangan sampai aku membunuhmu saat ini juga" ancam Off pada pria yang dipanggil Lee itu. Namun Lee hanya mengedikkan bahunya dan berjalan menuju meja dengan laptop yang ada diatasnya.
"Kamu tidak akan berani membunuhku karena aku menemukan apa yang kalian cari"
Tay membelalakkan matanya melepas cengkraman dileher Off dan berjalan ke arah Lee diikuti oleh Off yang juga berjalan dibelakang Tay.
"Aku membawamu kesini karena Lee mempunyai petunjuk tentang penculikan Gunn boss" ucap Off menjelaskan alasannya membawa Tay kesini dan bertemu dengan Lee setelah bertahun-tahun lamanya mereka tidak bertemu.
Dengan cekatan Lee menekan beberapa tombol dan akhirnya terpampang jelas beberapa video yang memperlihatkan saat Gunn keluar dari kamar diikuti oleh seorang pengawal dan keluar rumah sakit bahkan saat Gunn masuk kedalam mobil. Yang membuat Tay heran adalah semua cctv rumah sakit rusak dan hanya ada cctv diluar rumah sakit atau yang terdapat disekitar rumah sakit yang masih menyala, tapi bagaimana bisa Lee mendapatkan rekaman dengan jelas keadaan dirumah sakit?
"Bagaimana kamu bisa memiliki rekaman didalam rumah sakit? Aku sudah memeriksa semuanya tapi aku bahkan tidak menemukan satu pun yang merekam kejadian ini" tanya Tay sedikit curiga.
"Sebenarnya rekaman ini bukan dari cctv rumah sakit tapi dari cctv yang kupasang sendiri, coba kamu perhatikan baik-baik apa kamu mengenal orang ini?"
Lee menunjuk seorang yang mengawal Gunn dari keluar kamar hingga masuk kedalam mobil, Tay dan Off saling pandang lalu menggeleng tanda mereka tidak mengenalnya.
"Tidak aku belum pernah melihatnya, mungkin saja dia salah satu pengawal musuhku"
"Coba lihat ini, ini rekaman beberapa hari yang lalu. Orang itu terlihat mengawasi kalian dari jauh, aku rasa dia memang sudah menargetkan adikmu. Aku sedang melacak plat nomor yang mobil itu gunakan tapi sepertinya itu mobil ilegal karena tidak terdaftar. Tapi tenang saja aku sudah punya cara lain"
Tay dan Off hanya mengamati apa yang dilakukan oleh Lee, mereka berharap Lee bisa menemukan Gunn secepatnya, beberapa menit kemudian muncul sebuah titik merah pada peta yang ada dilayar besar didepan mereka. Lee memperbesar peta itu hingga terlihat sebuah gambar rumah yang dikeliling hutan dengan mobil yang membawa Gunn tadi.
"Aku sudah melacaknya dengan satelit dan sepertinya adikmu ada ditempat itu. Aku akan mengirim lokasinya ke ponselmu"
Setelah mendapatkan alamatnya Tay langsung pergi begitu saja meninggalkan Off dan Lee yang masih terpaku didepan laptop namun setibanya didepan pintu Tay berbalik dan berkata "Terima kasih Lee, untuk ini dan untuk sebelumnya. Kita akan bicara lagi nanti. Off apa kamu tidak ingin menjemput Gunn?"
Ucapan Tay membuat Off tersentak dan segera berlari mengejar Tay tidak lupa Off juga mengucapkan terima kasih pada Lee.
"Mereka benar-benar tidak berubah"
Ucap Lee dengan senyuman setelah kepergian kedua sahabatnya.
***
New pergi dari rumah sakit Harapan menuju rumah sakit Grammyna tempatnya bekerja, hati New sangat sakit karena merasa dibohongi oleh Tay. Jadi Tay tahu jika New adalah sahabat Oab dan adiknya tapi Tay tidak pernah menceritakan apapun. New merasa seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Selama ini New marah pada kekasihnya sendiri karena sudah membuat sahabatnya terluka 2 kali? Tunggu dulu, sejak kapan New mengakui jika Tay adalah kekasihnya?
New menggelengkan kepalanya dan semakin mempercepat laju mobilnya agar segera sampai tujuan, New harus menemui Oab untuk memastikan semuanya.
"Kenapa mobil itu mengikuti terus sejak aku keluar dari rumah sakit harapan?"
New melirik dari kaca spion terlihat sebuah mobil berwarna hitam mengikutinya. Bahkan saat New mempercepat kendaraannya mobil itu tetap mengikuti. Hingga tiba disebuah jalan yang cukup sepi, mobil yang disejak tadi dibelakang mengikutinya kini mempercepat lajunya dan berhenti tepat didepan New membuat New terkejut dan mengerem mobilnya mendadak hampir menabrak mobil didepannya itu.
"Sial.. apa yang dia lakukang?"
Saat masih dalam perasaan terkejut, orang-orang yang ada didalam mobil itu keluar mengelilingi mobil New, ada 4 orang mengenakan setelan serba hitam salah satu dari mereka mengetuk kaca jendela dengan keras hingga New keluar.
"Siapa kalian?" Tanya New pada mereka, New melihat satu per satu dari mereka tapi tidak ada yang New kenal. New melihat beberapa orang membawa pistol membuatnya sedikit waspada.
"Kami adalah pengawal tuan Sun. Dia menyuruh kami untuk membawa anda kerumahnya" kata orang yang tadi mengetuk jendela mobil New.
"Tuan Sun siapa?" tanya New bingung. ia sama sekali tidak merasa punya kenalan bernama Sun.
"Kekasihmu. Cepat ikut kami"
"Tunggu dulu, aku tidak memiliki kekasih bernama Sun" Orang-orang itu menarik New dengan paksa mengabaikan New yang memberontak hingga mereka masuk kedalam mobil, New duduk dikursi belakang dengan 2 orang disamping kanan dan kirinya membuatnya tidak bisa pergi kemana-kemana.
"Siapa kalian sebenarnya? Apa yang kalian inginkan dariku?"
"Diam. Atau kubunuh kau sekarang juga" ancam orang yang duduk disebelah kanan New dengan menempelkan pistol dikeningnya membuat New terdiam, hingga mobil itu terus melaju membawa mereka ke suatu tempat.
Akhirnya mereka tiba disebuah rumah yang cukup besar, dengan halaman yang sangat luas namun terletak ditengah hutan hingga New yakin tidak ada satu orang pun yang menyangka akan ada sebuah rumah ditempat seperti ini. Banyak orang yang mengenakan pakaian serba hitam saat New masuk kedalam rumah itu, 2 orang yang memegang tangannya dikanan dan kiri menggiring New kesuatu ruangan dilantai dasar. New tidak berani menanyakan apapun karena orang-orang itu memegang pistol, New takut jika dia bertanya lagi mereka tidak segan untuk membunuhnya.
"Masuk"
Mereka mendorong New masuk kedalam kamar hingga New tersungkur, lalu mereka langsung mengunci pintu dari luar.
"Heyy keluarkan aku dari sini"
Dokk.. Dokk.. Dokk..
"Keluarkan aku brengsekkk"
Namun mereka tidak merespon teriakan New membuat tangannya sakit hingga memerah karena menggedor pintu.
"Aarggghh..."
Suara teriakan seseorang didalam kamar itu membuat New tersadar jika dia tidak sendirian. New terkejut saat melihat seseorang yang kini berbaring dikasur dengan mata tertutup kain tangan dan kakinya terikat. Yang lebih membuatnya terkejut adalah orang itu Gunn, temannya yang menghilang tadi pagi dan membuatnya mengetahui identitas kekasihnya yang sebenarnya.
"Gunn.. Apa yang terjadi padamu?" New buru-buru menghampiri Gunn membuka penutup matanya dan juga melepas ikatan tangan dan kakinya. Saat Gunn melihat bahwa yang ada didepannya ini New, Gunn langsung memeluk New sambil menangis tersedu-sedu.
"Dokter tolong aku, aku takut. Kepalaku sakit sekali dokter"
"Tenanglah Gunn, aku disini jangan takut lagi" New mengusap kepala Gunn dengan lembut hingga Gunn berhenti menangis.
"Apa mereka memperlakukanmu dengan buruk?"
"Tidak, sejak tiba disini mereka sudah mengikatku dan menutup mataku. Namun saat aku terbangun kepalaku sakit sekali dok. Aku seperti melihat bayangan, namun saat aku mencoba memperjelas bayangan itu kepalaku menjadi semakin sakit"
Mendengar penjelasan Gunn seperti itu membuat New yakin jika sedikit demi sedikit ingatan Gunn akan kembali walaupun prosesnya sangat lama. New mencoba menenangkan Gunn agar tidak memaksakan dirinya mengingat sesuatu yang belum pasti. Disaat New sedang menghibur Gunn, seorang pria paruh baya datang dengan beberapa pengawal yang menunggu didepan pintu. Pria itu menghampiri New dan Gunn yang sedang duduk dikasur.
"Selamat datang dirumahku tuan-tuan. Apa kalian mengenalku? Ah tentu saja tidak. Kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Kevin Grey pemilik perusahaan Grey Corp atau biasa dikenal Grey Land, apa kalian tahu?"
"Aku tidak tahu, siapa kamu sebenarnya? Kenapa mengurung kami seperti ini. Cepat lepaskan kami" hardik New dengan berjalan kearah Grey, tapi beberapa pengawal yang berdiri didepan pintu mengacungkan pistol ke arah New, membuat Gunn teriak ketakutan. New mundur perlahan menghampiri Gunn dan memeluknya, Gunn membalas pelukannya dengan erat dan membenamkan wajahnya didada New.
"Sepertinya ini akan menjadi cerita yang panjang. Baiklah dengan senang hati aku akan menceritakan sebuah dongeng pengantar tidur untuk kalian"
Grey duduk disebuah kursi yang ada didekat kasur, lalu menceritakan alasannya mengurung mereka disini. karena Grey ingin memancing Tay, orang yang sudah merampas barang-barang miliknya digudang beberapa hari yang lalu membuatnya rugi miliyaran. Dan Grey juga meceritakan siapa Tay sebenarnya, orang yang sangat bengis dan tega membunuh siapa saja yang berani melawannya.
"Tidak mungkin, phi Tay tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Kamu pasti bohong" Gunn memang tidak percaya dengan semua yang Grey ceritakan, karena setahunya Tay adalah orang yang sangat baik dan tidak akan tega melukai siapapun walaupun Gunn baru bertemu dengannya lagi setelah sekian lama (karena Gunn ingetnya masih umur 17 tahun).
"Bukankah kamu adiknya? Tapi kenapa kamu tidak tahu apa yang kakakmu kerjakan? Seingatku kita pernah bertemu 1 tahun yang lalu saat kakakmu mengadakan pelelangan, dan aku yakin betul jika kamu melihat semua kejadian yang ada disana. Karena aku yang menghancurkan acara itu"
Ucapan Grey membuat Gunn bingung, 1 tahun yang lalu? Pelelangan? apa maksudnya? Gunn sungguh tidak mengerti arah pembicaraan ini membuat kepalanya semakin sakit.
"Dan bukankah kamu kekasihnya bagaimana kamu tidak tahu apa pekerjaan kekasihmu sendiri?"
Kini Grey menatap New karena sejak tadi New hanya diam saja mencerna penjelasan Grey, New benar-benar tercengang dengan fakta yang baru saja dia ketahui. New memang sadar ada yang aneh dengan Tay, karena saat awal pertemuan mereka New melihat Tay tertembak walaupun New tidak yakin alasannya bisa tertembak seperti itu. Dan juga melihat Oab yang bisa babak belur 2 kali membuat New yakin jika Tay memang orang yang seperti itu.
"Apa maksudmu jika dokter New kekasih phi Tay?" Gunn menatap Grey dan New bergantian, namun Grey malah terkikik geli kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha.. ini lucu sekali.. hahahaha.. konyol. sebaiknya aku pergi saja. kalian bersabarlah disini sampai orang yang membuat kalian seperti ini datang menjemput kalian"
Grey bangkit lalu pergi dari kamar itu meninggalkan Gunn dan New yang masih butuh penjelasan dengan semua informasi yang baru saja mereka dapatkan, mereka
kembali terkurung didalam kamar tidak bisa keluar karena dikunci dari luar. Gunn kini menatap New meminta penjelasan lebih.
***
"Jadi kalian sudah dengar penjelasan tadi, beberapa saat lagi kita akan berangkat sesuai strategi yang sudah ku jelaskan. Lebih baik kalian bersiap untuk membawa peralatan tempur. Karena kita akan membantai mereka semua" suara lantang Off menggebu didepan semua anak buahnya membangkitkan semangat mereka untuk menyerang musuh dan menyelamatkan adik dari boss besarnya itu. Karena hanya Gunn yang bisa mengendalikan boss nya, maka dari itu mereka akan berjuang untuk menyelamatkan Gunn bagaimana pun caranya.
Tay hanya duduk melihat semua anak buahnya yang kini sedang bersiap-siap, Off yang sudah bersiap itu hanya menepuk pundak Tay dan mengangguk tanda mereka semua sudah siap. Namun saat Tay akan bangkit dan berjalan memimpin mereka ponsel nya berbunyi tanda pesan singkat masuk. Saat dibuka Tay menerima sebuah foto, membuat Tay semakin geram dan meninju meja kaca yang ada didepannya hingga pecah.
"b******k" geram Tay. Semua anak buahnya menatapnya dengan takut karena raut wajah Tay saat ini sangat menyeramkan. Hanya Off yang berani menegur Tay.
"Apa yang terjadi boss?"
"Dia menyekap Gunn dan New. beraninya dia menyentuh milikku. Aku akan membunuhnya sekarang juga"
Tay berjalan dengan sangat cepat Off pun mengikuti di belakangnya, para bawahan yang sejak tadi terbengong kini pun berbondong-bondong menyusul mereka. Menggunakan 5 mobil besar, mereka semua menuju tempat dimana kedua orang yang sangat Tay sayangi berada. Saat hampir tiba ditempat tujuan, mereka turun dan memecah kelompok menjadi 5. Kelompok 1 akan mengecoh penjaga yang berada diluar rumah, saat penjaga itu sudah berhasil disingkirkan kelompok 2 dan 3 mengepung rumah itu, dan kelompok 4 akan berjaga dari jarak jauh untuk berjaga-jaga jika ada musuh yang berhasil kabur. Saat rumah itu sudah berhasil dikuasai, kelompok 5 dengan Off dan Tay akan masuk untuk menyelamatkan Gunn dan New.
"Apa rencana ini akan berhasil?" Tanya Tay pada Off yang masih berada didalam mobil, menunggu aba-aba dari kelompok 2 dan 3.
"Aku yakin akan berhasil boss. Kita harus menyelamatkan mereka"
Rasa percaya diri Off terhenti saat mendengar suara bom dari arah rumah musuh. Off tidak pernah menyuruh anak buahnya membawa bom sehingga Off yakin jika itu berasal dari musuhnya. Tay yang sudah mempercayai Off kini menatap Off menusuk. Akhirnya mereka keluar dari mobil diikuti oleh kelompok 5 untuk melihat apa yang terjadi. Salah satu orang yang berada dikelompok 3 menelpon dan memberi kabar jika mereka diserang dari dalam rumah, walaupun mereka tidak terbunuh tapi beberapa dari mereka terluka parah. Kelompok 4 sudah menembaki musuh dari dalam rumah yang akan keluar saat dirasah sudah cukup sepi, kelompok 2 dan 3 yang terluka tadi dibawa keluar agar tidak bertambah parah. Kelompok 1 kini bergabung dengan kelompok 5 untuk menerobos masuk, kelompok 4 masih berjaga ditempat semula, namun beberapa orang dari kelompok 4 membantu membawa orang-orang yang terluka tadi ke dalam mobil.
Tay dan Off masuk kedalam rumah bersama kelompok 1 dan 5, namun dirumah itu sangat sepi tidak ada tanda-tanda keberadaan musuh, hanya saja beberapa mayat tergeletak di lantai yang mereka lewati. Off menyuruh kelompok 1 ke lantai 2 untuk mencari keberadaan Gunn dan New yang lainnya pun menunggu diruang tamu, beberapa saat kemudian kelompok 1 kembali ke ruang tamu tanpa membawa hasil apa-apa. Rumah itu sudah kosong sekarang tidak ada seorang pun. Dimana Gunn dan New berada jika mereka tidak ada disini?
Kring.. kring.. kring...
Suara telepon yang berada diruang tamu berdering memecah kesunyian mereka. Tay langsung mengangkat telepon itu.
"Aku tahu kau ada dirumahku tuan Sun. Apa kau sudah berhasil menemukan apa yang kau cari? Ah sepertinya tidak. Karena mereka ada bersamaku saat ini" suara orang disambungan telepon itu membuat Tay geram, apalagi suara teriakan dari orang yang sangat dia kenal.
"Aku akan membunuhmu jika kau berani menyentuh mereka"
"Sebelum kau berhasil membunuhku, aku akan bermain dengan mereka lebih dulu. Selamat malam"
"Aaakhhh phi Tay selamatkan aku"
Samar-samar Tay mendengar suara teriakan Gunn, Tay langsung membanting telepon yang sedang dia pegang.
"b******k sialan. Beraninya dia main-main denganku" Tay mengacak rambutnya dengan frustasi. Rencananya malam ini gagal total.
"Kita kembali kerumah, kita susun rencana baru. hubungi Lee dan juga Arm, kita perlu bantuan mereka"
Off tertegun melihat boss nya yang tiba-tiba berbicara seperti itu, tidak seperti biasanya Tay meminta bantuan orang lain. Atau mungkin Tay sudah terlalu frustasi untuk menemukan mereka? Pikir Off.