Tidak seperti biasa, yang mana tak ada rasa canggung atau rasa bingung harus bersikap antara Alex dan Jssica. Malah yang ada mereka tanpa segan-segan berdebat yang ujungnya bertengkar. Namun berbeda dengan saat ini, pertemuan tak di sengaja ini membuat mereka sama-sama salah tingkah dan dekupan hati mereka sama-sama bergetar.
Jessica pikir kondisi ini sangatlah mengganggunya, apalagi ada Jonathan bersamanya. "Jon, bisa kita ke tempat yang lain?" ajak Jessica pindah tempat makan.
"Memang kenapa?" ingin tahu Jonathan. "bukan kah ini tempat yang sering kita kunjungi. Apa ada yang salah dengan tempat ini?"
Jessica tersenyum paksa dengan menggelengkan kepala sambil berkata dalam hati jika dirinya bersi keukeuh pindah dari sini dengan alasan karena ada Alex maka hal itu akan menggiring Jonathan untuk curiga kepadanya.
"Lalu, jika tidak ada masalah, kenapa harus pergi dari sini?"
Jesica tidak menjawab, dia hanya bisa tersenyum singkat dengan berusaha menunduk menutupi wajahnya.
Jonathan yang memperhatikannya membuat bertanya-tanya dengan sikap Jesica yang tidak seceria biasanya. "Are you okay?" Menggenggam tangan Jessica diatas meja.
"I am okey." Jawab Jes cepat. "Ak-aku ke toilet sebentar. " imbuhnya yabg direspon Jonathan dengan anggukan kepala.
Alex yang diam-diam memperhatikan Jessica, seketika bangkit dari kursinya kemudian beranjak pergi mengikuti kemana Jessica pergi. "Gue ke belakang bentar." Pamitnya ke teman-teman.
Lokasi dari meja Jessica ke toilet cukup jauh, sehingga Jonathan bisa menemui Jessica sembunyi-sembunyi.
"Jes?" panggil Alex menghentikan langkah Jessica.
Tentu, secara spontan tubuhnya berbalik badan mencari tahu siapa yang sedang memanggilnya, dan berharap suara itu bukan suara Alex.
Mata Jessica terbuka lebar bahwa kenyataannya memang benar itu adalah Alex.
"Jes, gue mau bicara sama lo." Ucap Alex.
Sedangkan Jessica celingukan mengamati keadaan , takut jika Jonathan sampai tahu.
"Lo gila, apa?! Ngapain lo disini?!!" Tekannya tidak berani mengeraskan suaranya.
"Gue udah hubungi lo. Tapi lo tidak pernah mengangkat telepon gue dan tidak membalas chat gue." Ungkap Alex.
"Please, pergi dari sini sebelum Jonathan tahu kamu ada disini." Sahut Jessica cemas.
"Aku tidak peduli." Tekan Alex membuat Jessica tertegun mendengar kalimat itu.
"Setelah kejadian di jembatan malam itu, aku ingin bertemu dengan mu. Ucap Alex.
"Not now." Sahut Jessica sambil memijat kecil keningnya. "Oke, akan aku hubungi nanti. Tapi kumohom pergi dari sini sebelum Jon benar-benar menyadari kamu disini juga. " pintanya sebab Jessica tahu betul bagaimana kemarahan Jonathan jika ada yang mengusiknya. Dan Jessica tidak ingin ada perkelahian apapun.
"Ok, aku tunggu kabar dari mu. Jika tidak, aku akan langsung datang ke rumah mu. Dan menyelesaikan semuanya." Ucap Alex menyentujui permintaan Jessica. Kemudian Alex berbalik badan pergi meninggalkan Jessica yang hampir saja meledak karena Alex.
*