Perlahan

409 Words
Di kamar, Jessica yang tiduran di tempat tidur merasa tidak nyaman. Sebab ungkapan hati Alex yang mendadak ini membuat hati Jessica tidak menentu. Dan parahnya lagi, ada sisi senang di hati Jessica ketika mendengar kejujuran hati Alex tetapi disisi lain hati Jessica sudah terasa saat ini dan dia sudah berjanji untuk tidak berkhianat apada cintanya sekarang ini. "Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Ini tidak benar." Jessica berusaha meyakinkan dirinya bahwa dirinya tidak memiliki perasaan apapun terhadap Alex. Semua ini hanyalah ujian cintanya dengan Jonathan yang terpisah jarak diantara mereka. Beberapa waktu kemudian, teleponnya berdering dan nama Alex muncul di layar ponselnya. Ia pun dengan kesal melempar ponselnya diatas kasur. Seperti tidak ingin ada hubungan yang terkait tentang Alex. Namun hatinya selalu bertolak belakang dengan keinginannya. Hatinya meminta untuk menerima telepon tersebut. Akhirnya Jessica pun menyerah dengan semuanya dan memilih untuk menerima telepon tersebut. "Ya?" Terdengar suara lega dari Alex dibalik telepon. "Hai." tegurnya. "Apa ada yang ingin kamu katakan lagi?" tandas Jessica berlagak ketus seperti biasa. "Tidak. Aku hanya ingin bicara dengan mu." sikap Alex berubah tiga ratus delapan puluh derajat setelah mengatakan cintanya kepada Jessica. Padahal mengingat sebelumnya mereka tidak bisa akur dan selalu bertengkar, tetapi sekarang keadaan berbandingh terbalik. Alex sangat lembut dan sopan ketika berbicara dengan Jessica. "Maafkan aku Alex, gue tidak ada waktu untuk itu. Selamat malam." ketus Jessica berusaha menutupi hatinya yang sedang rapuh. Oh Ya Tuhan, kuatkan lah cinta ku. Ucap Jessica didalam hati. Dirinya tidak ingin berkhianat tetapi hatinya tidak bisa mengkhianati apa yang dia rasakan sekarang dengan Alex. Sungguh, perasaan apa ini? Bagaimana bisa Jessica mencintai dua pria sekaligus? Betapa kejamnya Jessica jiak ia melakukan hal ini. Tidak. Cinta Jessica hanya untuk Jonathan. Tidak ada yang lin. Jessica berusaha meyakinkan diri supaya hatinya tidak berpaling. * Lepas dari semua beban pikirannya tentang cintanya yang sedang goyah. Pagi hari ini Jessica harus menyambut pagi ini dengan semangat sebab hari ini ada panggilan kerja di sebuah perusaah besar. Jadi Jessica tidak ingin terganggu akan hal-hal yang tidak penting selain karirnya saat ini. Dengan sangat antusias dia melahap  sarapannya dan meminum s**u-nya sampai habis. "Pelan-pelan, sayang." tegur mamanya melihat tingkah Jessica yang terburu-buru. "Jessica baik-baik saja, ma. Hanya terlalu semangat saja untuk wawancara hari ini." serunya. "Doa kan Jessica diterima." lanjutnya. Mama tersenyum bangga. "Tentu, sayang. Doa mama selalu menyertai mu." ucap mamanya. "Ingat, bersikap tenang dan elegan. Pasti mereka suka." Jessica tersenyum lalu mengecup mamanya sebelum akhirnya berpamitan untuk berangkat wawancara kerja. *
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD