Alex sudah lebih dulu menunggu di cafe yang sudah direncanakan Jessica tadi lewat pesan singkat. beberapa kali Alex melihat jam tangan tak sabar bertemu dengan Jesica. Dan tak lama kemudian, Jessica datang, ia melihat Alex duduk disebuah meja lalu Jessica menghampirinya.
Ada sedikit rasa lega di hati Alex melihat kedatangan Jesica, tetapi tidak dengan Jesica. Ia terlihat terpaksa dan berat hati bertemu dengan Alex.
"Ada apa?" tanya Jesica to the point duduk satu meja dengan Alex.
"Gue ingin minta maaf atas semua yang telah gue lakukan selaman ini." Alex menarik napas. "Maafin gue."
Jesica tak langsung merespon. Ia menoleh ke kanan kiri melihat sekitar lalu bertanya. "Apa lo sedang mempermainkan sesuatu? Jika iya, sebaiknya lo angkat kaki dari sini." lugas Jessica yang malas meladeni Alex saat ini.
Tetapi sepertinya Alex tidak main-main dengan ucapannya. Ia meraih tangan Jessica lalu menggenggamnya. Spontan Jesica terkejut dan ingin melepas genggaman itu tetapi genggaman Alex cukup kuat sehingga Jessica tidak bisa melepaskan diri begitu mudah.
"Gue serius." tandas Alex meyakinkan.
Mata Jessica melihat mata Alex kemudian melihat genggaman tangan yang memenjarakannya. "Lepasin tangan gue." sahut Jessica.
"Gue jatuh cinta sama lo, Jes." terang Alex blak-blak an mmebuat Jessica tercengang menatap lawan bicaranya. "Gue serius, gue cinta sama lo." mata Alex terlihat penuh dengan kejujuran.
Jessica seolah tidak bisa berkata mendengar ungkapan hati Alex yang tak pernah terpikirkan oleh nya selama ini. Bagaimana bisa Alex jatuh cinta kepadanya sementara mereka sering sekali bertengkar dan ribut jika bertemu.
"Jangan bercanda. Ini enggak lucu, ok." tandas Jessica berusaha menepis semuanya.
Terasa genggaman Alex kian kuat menggenggam tangan Jessica. "Kejadian di jembatan itu telah membuka hati gue, bahwa gue tidak siap kehilangan elo. Gue merasa, gue nggak bisa jauh dari elo."
Jessica hanya bisa ternganga tidak percaya, kegelisahan dan keresahan yang beberapa hari terakhir ini ia rasakan berpengaruh pada perasaan Alex. Jesiica benar-benar dibuat telah kehabisan kata. Otaknya seketika blank tak tersisa rangkaian kata apapun.
*