bc

Jatuh di Lobi, Cinta di Lantai Direksi

book_age16+
65
FOLLOW
1.0K
READ
HE
decisive
heir/heiress
drama
bxg
mystery
office/work place
musclebear
addiction
like
intro-logo
Blurb

Phoebe Rusli tidak pernah berharap bertemu dengan laki-laki idaman di tempat kerja barunya. Namun, pesona Ben Suryadjaja tidak bisa dia abaikan begitu saja. Terlebih ketika laki-laki itu memenuhi banyak kriteria pasangan hidup yang Phoebe impikan selama ini.

Ketika hubungan mereka sedang hangat, Phoebe menemukan fakta bahwa adik laki-laki Ben adalah laki-laki dari masa lalunya. Dan pada saat yang bersamaan, perempuan yang pernah melukai Ben juga hadir mengusik mereka.

Akankah Phoebe dan Ben berhasil keluar dari bayang-bayang masa lalu? Apakah mereka punya kesempatan untuk membangun masa depan bersama?

chap-preview
Free preview
INTRO
Tak ada bintang yang tampak di langit malam ini. Kerlap lampu dari pemukiman warga di bawah sana terlihat jelas dari tempat kami berdiri. Ditemani suara jangkrik yang bernyanyi tanpa perlu apresiasi, laki-laki itu menggenggam sebelah tanganku yang sedingin es. “Apa kamu mau buka hati buat aku, Bi?” Aku tak berani menoleh ke arahnya. Sekuat tenaga aku berusaha menemukan hal di bawah sana yang menarik pandangan. Tanganku terasa makin dingin. Namun, aku tahu rasa beku ini bukan dari udara pegunungan. Semua ini pasti karena laki-laki yang masih menawan tanganku dalam genggamannya. “Aku enggak pernah seserius ini, Bi. Apa semua yang aku lakukan enggak cukup meyakinkan kamu?” Badanku menggigil. Lidahku kelu. Aku tak dapat bergerak sedikit pun. Ketakutan dan kegairahan bercampur aduk dalam hatiku. Dingin karena gugup dan hangat karena perlakuannya membuatku bimbang. Sepertinya Ben memahami gemetar tubuhku. Karena tak lama, tangannya melepas genggaman, tetapi jaketnya yang hangat dan penuh dengan aroma tubuhnya diselimutkan ke atas bahuku. Menyusul kemudian lengannya yang merengkuhku begitu erat. “Aku akan tunggu, Bi. Tapi, jangan lama-lama…” Kalimatnya berakhir menggantung, membuatku tak kuasa untuk bergeming. Dan ketika aku menoleh, bibirnya menyapu bibirku dalam kecupan sekejap. Ada kilatan rasa terkejut di matanya. Namun, segera digantikan dengan senyumnya yang menawan. “Karena aku enggak bisa menahan diri untuk melakukan ini. Sorry, but I’m not sorry. Aku cuma ingin mencium pipimu, tapi sepertinya semesta menakdirkan lebih untuk kita.” Sekejap pipiku terasa hangat dan badanku sudah direngkuh sepenuhnya ke dalam pelukan Ben yang begitu hangat. Bagaimana mungkin aku tidak luluh?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dear, Mr. Duda (I Hate You but I Love You)

read
47.3K
bc

Suami untuk Dokter Mama

read
18.9K
bc

Bucinnya Pria Arogan

read
34.8K
bc

Love Match (Indonesia)

read
173.5K
bc

Pesona Mantan Istri Presdir

read
14.4K
bc

Bukan Cinta Pertama

read
52.7K
bc

Ay Lub Yu, BOS! (Spin Off MY EX BOSS)

read
263.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook