LaD - tempat baru.
Suasana di ruangan persegi itu Terasa mencekam, apalagi ketika seorang yang duduk di kursi kerjanya mengeluarkan aura yang begitu kelam ketika membaca sebuah surat yang baru saja di letakkan di atas meja, tatapannya menatap tajam pada sosok yang saat ini berdiri dengan kedua tangan berada di belakang kepala, tahapan tak bersalah dan terkesan santai itu membuat sang pemimpin eksekutif marah.
"Apa kau yakin dengan keputusan mu?"
"Tentu saja, pak tua." Jawan Dino santai, seolah tekanan yang diberikan oleh pemimpin eksekutif tidaklah berpengaruh untuknya, padahal tekanan dan aura gelap itu selalu berhasil untuk menekan para eksekutif lain, tapi di hadapan Dino aura itu bukanlah masalah.
Bukan rahasia umum lagi memang, ketika di mana Dino sang petinggi eksekutif yang terkenal dengan sifat kembangkan dan malas itu selalu membuat keributan, apalagi kekuatan yang di miliki oleh elf muda itu hampir sebanding degan kekuatan yang dimiliki oleh petinggi eksekutif, maka tidak heran jika apa yang di lakukan pria tua itu sama sekali tidak berpengaruh untuk Dino.
"Kenapa?" Tanya pria tua yang tak lain adalah Axton, seolah yang membentuk organisasi eksekutif yang bertujuan untuk menetralkan keributan yang ada di dalam kerajaan elf, dan sosok yang mengendalikan hukum serta pelindung kerajaan.
Pasukan khusus yang menang di dirikan langsung oleh sang raja di bawah naungannya. Organisasi eksekutif memang sering bekerja di balik layar, tujuannya hanya memberi pasokan untuk prajurit kerajaan dan memberi bantuan secara tidak langsung agar mereka bisa mempertahankan Medan peperangan dan mendapatkan akhir sebuah kemenangan.
Dino adalah pasukan khusus yang memang sering memberi kontribusi lebih pada organisasi, alasan itu juga yang membuat Axton membebaskan segala tugas yang dibebankan oleh petinggi lainnya. Maka tidak heran jika di antara petinggi ada yang saling iri ketika melihat bagaimana cara kerja Dino di dalam organisasi.
"Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin bersenang-senang di luar sana, menjelajahi dunia ini dan menemukan sesuatu yang bisa membunuh kebosanan ku."
"Apa semua ini ada sangkut pautnya dengan pria itu."
"Siapa?" Tanya Dino berpura-pura bodoh.
"Pria yang sudah mengalahkan mu di dalam arena." Ucap Axton tiba-tiba.
Dino tentu saja terkejut, tapi dia tetap bersikap santai dan seolah menutupi rasa keterkejutannya dengan tampang bodoh. Tidak heran kenapa pemimpin eksekutif tahu tentang pertarungannya, karena di dalam arena tidak ada yang bisa ditutup-tutupi, pun dengan sebuah kemenangan ataupun kekalahan, arena akan tetap membocorkan informasi itu untuk memperbarui siapa yang layak dan tidak di dalam arena.
"Kalaupun iya, memangnya kenapa? Apa kau akan menghalangi ku untuk pergi?"
Axton menatap tak percaya kearah Dino.
"Kau jelas tahu bagaimana aku pak tua," ucap Dino setelahnya. "Sekeras apapun kau menahan ku, aku akan tetap pergi ketika aku ingin!" Desisnya, dia tak pernah takut pada siapapun, dan dia tidak peduli pada apapun yang menahan dirinya, semua yang menghalangi dirinya akan dia singkirkan, tidak peduli sekeras apapun usahanya.
Karena Dino, tidak pernah suka jika harus terikat pada sesuatu yang membosankan seperti organisasi eksekutif.
"Aku akan mencari kesenangan ku, dan bagiku, Erix adalah orang yang pantas untuk aku ikuti. Dari pada aku berdiam diri di tempat ini dan tidak pernah berkembang, aku lebih memilih keluar dan melihat dunia bebas tanpa sebuah ikatan yang memaksaku untuk melakukan semua hal yang membosankan!"
Pemimpin elf terdiam seketika, dia tentu sadar jika pekerja di dalam organisasi membuat elf muda seperti Dino akan merasa bosan dan tidak akan bisa berkembang, tapi dia juga tidak bisa melepaskan aset berharga seperi Dino, di mana dia jelas membutuhkan kekuatan elf muda itu untuk membantu pekerjaannya.
"Aku tetap tidak bisa membiarkan mu pergi dari organisasi ini, apapun yang terjadi, kau tetaplah bagian dari kamu."
"Aku tidak peduli, jika kau tetap bersikeras, aku juga tidak peduli, sekali aku keluar maka aku akan tetap keluar, apapun yang terjadi."
Setelah mengatakan itu, Dino berbalik dan segera melangkah pergi, sebelum langkahnya tertahan saat tiba-tiba dua pasukan khusus menghadang dirinya.
Dia menatap Axton melalui ekor matanya.
"Jadi kau berniat untuk menahan ku di tempat ini, pak tua?"
"Jika hal itu bisa membuatmu tetap tinggal, maka akan aku lakukan."
Dino terdiam, tatapannya berubah nyalang saat itu juga. Dia benar-benar kesal karena perlakuan Axton yang seolah menghalangi dirinya untuk pergi.
"Baik, jika memang itu mau mu!" Desis Dino tajam. Selama dirinya hidup, tidak ada satupun orang yang pernah bisa menghalanginya untuk mendapatkan sesuatu, dia tidak pernah peduli akan apa yang terjadi. Bahkan sekalipun nyawanya melayang dia tidak pernah peduli, Karena itu juga dia sering di sebut sebagai pembangkang abadi. Dia hidup hanya untuk kesenangan, dan berusaha untuk mendapatkan gairah dalam hidup. Apapun yang dia lakukan dia hanya ingin sebuah kekuatan, pertarungan yang hebat dan kemenangan.
Untuk itu dia selalu melatih kekuatan demi kekuatan untuk bisa bertahan dari segala hal yang baginya sulit untuk di kalahkan.
Hingga dia mencapai titik di mana dia sala sekali tak terkalahkan, semua orang yang berhadapan dengan dirinya bukanlah hal yang sulit untuk di singkirkan, hingga hal itu membuat dia merasa jenuh. Terlalu bosan dengan kekuatan yang ada. Kebosanan itu juga yang membuat dia tertarik ketika ditawari untuk bergabung menjadi salah satu Eksekutif, berharap ketika dirinya bergabung, maka dia akan bertemu dengan lawan yang kuat lainnya.
Tapi ternyata, dia hanya berkerja di balik layar dan hanya berkerja untuk menyingkirkan para pemberontak lemah.
Di tatapnya dua orang yang kini menghadang jalannya, dia melihat sejenak penampilan dua elf yang menutupi wajahnya dengan kain dan berpenampilan seperti ninja.
"Sungguh menjijikan!" Dini mendesis lagi, daN seketika itu juga tubuhnya sudah berada di antara dua orang yang menghadangnya, kecepatan yang Dino miliki sungguh tak pernah terkalahkan oleh kecepatan para elf di kerajaan ini.
Dia adalah si kilat yang tak terkalahkan.
Lu dengan santai dia meletakkan kedua tangannya di wajah dia elf tadi, dan setelahnya. Sebuah ledakan tercipta dari kedua tangannya hingga membuat kepala dua elf tadi hancur tak berbekas.
Dia tubuh itu ambruk dengan darah yang mulai membasahi lantai.
Dini menoleh, dengan tatapan dingin dia menatap sepasang mata terkejut dari Axton.
"Aku akan melakukan hal yang sama jika kau menghalangi ku lagi." Ucapnya dengan nada dingin sebelum beranjak meninggalkan Axton yang tak bisa berkutik ketika melihat kekuatan yang mengerikan milik Dino.
Di kerajaan ini tentu tidak ada yang bisa menandingi kekuatan Dino, bahkan dirinya yang jelas-jelas memiliki kekuatan yang kuat jelas tidak bisa berkutik karenanya.
"Dan satu lagi." Langkahnya tertahan di depan pintu. "Aku akan membebaskan para orge, jika kau menghalangi ku maka aku tak akan segan-segan menghabisi siapa saja yang kau perintahkan untuk mencegah ku, tidak peduli jika mereka para petinggi eksekutif sekalipun, aku akan membunuhnya!"
Dan setelahnya Dino benar-benar pergi dari sana tanpa suara.
----
"Sudah selesai?"
Erix menghentikan langkah Dino seketika. Elf muda itu langsung menoleh kearah Erix yang bersandar di tembok tak jauh dari ruang eksekutif menunggu kedatangannya dalam diam dan kebosanan.
Erix hampir saja pergi seorang diri saat Dino tak kunjung datang, dia berpikir jika Dino akan kesulitan untuk pergi, tapi siapa sangka, dia malah melihat sesuatu yang pernah dia banyakan sebelumya.
Melihat dino yang baru saja membunuh dua orang dengan begitu mudahnya, bahkan melakukan itu, dia seolah tak memiliki keraguan di dalam dirinya.
sungguh pria muda yang mengerikan, seolah dirinya sudah melalui banyak hal dan tidak memiliki perasaan sama sekali.
"Tentu saja, aku baru saja menyelesaikan urusan ku dan izin untuk membebaskan para orge."
"Walau dengan cara paksa?"
"Kenapa tidak, jika itu harus di lakukan maka akan aku lakukan."
Mendengar itu Erix langsung tertawa, sepertinya dia akan mendapatkan seorang teman yang menyenangkan kali ini, dan lagi, Dino tidak akan memberikan dirinya beban.
"Kalau begitu, tunjukan di mana para orge berada."
"Tentu saja, aku akan membawamu ke sana."
Dino melangkah, diikuti Erix dibelakangnya, mereka tak banyak bersuara ketika pergi.
Dan di sinilah mereka sekarang, setelah keluar dari gedung dan menuju menara perpindahan, dia tiba di sebuah pulau di mana tempat pertambangan berada. Tempat sumber daya utama dari kerajaan yang memasok banyak emas dan batu untuk kekayaan kerajaan.
Mereka berdiri di depan sebuah gerbang dengan tembok tinggi mengelilingi tempat ini.
Erix mengerutkan kening sejenak, terlebih ketika dia merasa asing dengan tempat ini. Dia mengedarkan pandangan, dan sejauh mata memandang, hany ada lautan dan bibir pantai yang dia temukan, entah seberapa luas pulau ini dan seberapa panjang tembok yang mengelilinginya. Namun satu yang dia tahu, tembok itu jelas dilindungi oleh sihir kuat yang membuat orang yang masuk kedalamnya tidak akan bisa keluar jika tidak melalui gerbang.
Pantas selama ini Erix tidak bisa merasakan keberadaan para orge, ternyata mereka ditahan di dalam sebuah penjara yang dilindungi oleh sihir kuat.
"Ayo masuk!" Ajak Dino dengan langkah ringan.
Erix mengangguk, lalu mengikuti langkah Dino yang sudah lebih dulu melangkah masuk. Penjaga gerbang langsung membuka gerbang ketika melihat Dino berdiri di sana.
"Selamat datang, tuan."
Dino mengangguk, laku melangkah masuk kedalam tambang.
Sensasi yang dirasakan oleh Erix benar-benar tak seperti yang dia bayangkan, bahkan dia merasa jika energi sihirnya di tekan oleh lingkungan di dalam tembok itu.
Begitu kakinya menapaki tambang itu, dia merasa energi sihirnya langsung terkuras habis di sana.
Sistem : kejanggalan terjadi, energi anti sihir yang sangat kuat terdeteksi.
Sistem sedang mempelajari energi sihir.
Sistem : statistik anti sihir berhasil dipecahkan. Memulai pengaktifan pencegahan terjadinya kebocoran energi sihir.
Erix tersenyum, sepetinya dia akan sangat mudah untuk melewati setiap hal yang terasa Janggal, tubuhnya seolah sudah terbiasa dan mengambil kesimpulan serta melakukan pencegahan tanpa dia suruh sekalipun.
Semua kemampuan itu dia dapat ketika melahap demon orge, entah apa yang terjadi, tapi ketika dirinya sadar, tubuhnya terasa jauh lebih kuat, dan skill yang dia miliki berevolusi dengan sempurna, bahkan ada beberapa skill yang dia dapatkan, dan sistem dia miliki juga ikut berkembang, mengambil alih segala hal yang bisa membahayakan tubuhnya dan mencipta sebuah pertahanan yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya.
Benar-benar sebuah kecurangan di dalam sebuah permainan. Bahkan Erix berpikir, jika di dalam sebuah game, mungkin dirinya akan langsung di ban, atau tepatnya langsung di blokir oleh pihak GM karena kecurangan itu.
Tapi di dunia ini tentu saja berbeda, dia benar-benar bebas menggunakan sistem yang ada untuk keuntungan dirinya sendiri.
"Cobalah untuk membiasakan diri. Tempat ini memang di bangun untuk para tahanan yang memiliki kekuatan sihir besar, dan untuk para tahanan yang memiliki kekuatan luar biasa. Tempat ini di bangun agar kami, para elf bisa mengendalikan mereka sesuka hati kami dsn menghukum mereka dengan hukuman yang pantas mereka dapatkan."
"Dengan menciptakan pelindung anti sihir?"
Dino berhenti seketika dan menoleh kearah Erix. "Kau mengetahuinya?"
Erix mengangguk, lalu mengedarkan pandangannya dan membiarkan sistem mempelajari lingkungan di sekitarnya. "Bahkan gue tau kalau batu pilar yang ada di setiap tembok itu bukanlah sebuah pajangan."
Dino tentu saja tak menyangka jika Erix akan tahu rahasia di dalam penjara ini, jika orang awam yang masuk ke dalam penjara ini, mereka tidak akan ada yang tahu rahasia penting itu. Karena para petinggi eksekutif menggunakan skill mereka untuk membuat pilar itu tidak terdeteksi oleh orang-orang. Tentu saja dengan tujuan agar mereka tidak mudah bebas dari tempat ini.
"Bukan hanya itu, tapi ada pilar inti di bawah tanah yang membuat tekanan anti sihir di tempat ini benar-benar merata. Gue nggak tau siapa yang menciptakan ini, tapi yang jelas mereka hebat bisa membuat penjara yang mengerikan seperti ini."
"Yang mencipta penjara ini adalah orang terpilih dan juga para petinggi eksekutif."
"Pantas, struktur pilar dan energi anti sihir ini benar-benar mereka, gue salut sama kalian yang bisa berpikir untuk membuat penjara hebat seperti ini."
"Jangan terlalu menuju, aku justru malu karena kau langsung mengetahui rahasia di dalam penjara ini."
Erix terkekeh setelahnya. "Tentu saja, gue udah terbiasa melakukan bini dari dulu, jadi nggak heran kalo gue langsung tau, apalagi saat energi anti sihir ini jelas terlihat kemana mereka pergi.
"Ck, matamu benar-benar mengerikan!"
"Bukan hanya mata, tapi seluruh Indra di dalam diri juga udah terlatih."
"Ck, dasar monster."
Mendengar itu Erix langsung tertawa di buatnya.