penyerapan

1984 Words
LaD - sebuah alasan yang konyol. Siapa sangka, setelah pertarungan yang sangat panjang, bahkan Erix hampir kehabisan tenaga di sana, demon orge yang menjadi musuhnya sejak tadi masih memiliki kekuatan yang tak bisa di remehkan. Kekuatannya bahkan naik beberapa kali lipat setelah perjanjian dan perdebatan tadi, tatapan teduh tadi perlahan sirna dan berubah menjadi tatapan marah yang melekat di sana. Erix berdiri dengan bertopang pada pedang yang sudah hampir remuk di sana, pertarungan kali ini benar-benar menguras staminanya, dia bahkan harus di paksa untuk mundur karena serangan dan skill yang di miliki oleh demon orge. Tenaga gelap itu tak mampu dia halau, walau Erix sudah menggunakan seluruh kemampuannya. "Apa kau baik-baik saja?" Tanya pemimpin elf si sana, dia sosok yang sejak tadi memberi dukungan dari belakang menggunakan skill yang berupa buff penambah stamina dan juga energi sihir yang cukup bisa diandalkan, Bahkan dia juga memberi penyembuhan kepada Erix walau terlihat jelas pemimpin elf itu sangat kelelahan di sana. "Berhentilah menggunakan skill itu. Lo cuma akan mati konyol kalo terus memakai skill itu." "Tidak masalah, hanya ini satu-satunya hal yang bisa ku lakukan untuk membantumu." "Terserah Lo aja, kalaupun Lo mati, bukan urusan gue juga." Desis Erix. Dia mengangkat wajahnya, menatap demon orge yang masih bersikap siaga di sana. Erix harus berpikir ulang untuk menyusun rencana agar bisa mengalahkan demon orge dengan skill yang merepotkan itu. Bahkan energi sihir berwarna hitam pekat di seluruh tubuhnya itu sangat sulit untuk di tembus. Lebih dari itu, efek yang di timbulkan benar-benar merepotkan. Senjata yang Erix gunakan benar-benar tidak berguna sekarang "Eh, Lo serius nggak ada senjata lain gitu." Tanya Erix sembari melirik kearah pemimpin elf yang sampai saat ini tidak dia tahu siapa namanya. Hal itu bukanlah sesuatu yang penting untuk sekarang. "Maaf, tapi pedang itu adalah pedang dengan kualitas terbaik yang ada di desa kami." "Pedang kayak gini Lo bilang kualitas baik? Terus gimana yang jelek?" Dengkus tajam. Dia melarikan tatapannya ke segala arah, lalu setelah meneliti beberapa saat dia bisa melihat beberapa senjata dan hingga tak lama setelahnya dia memiliki rencana untuk itu. "Maaf." "Nggak perlu minta maaf. Gue bisa atasi masalah ini sekarang." Dia terdiam sejenak energi sihirnya perlahan sudah mulai pulih, stamina dan luka yang dia miliki perlahan pulih, dan karena itu juga Erix akan dengan mudah menggunakan beberapa skill yang dia perlukan. "Lu mundur aja sekarang, biar gue yang urus di sini." Erix menatap tajam kearah demon orge di sana. Lalu setelahnya dia mengaktifkan Will teleportasi ke setiap senjata yang menurutnya akan berguna. Mulai dari tombak, pedang, dan belati, semua dia kumpulkan pada satu titik sebelum menggunakan skill laba-laba untuk menciptakan jaring yang dia susun menjadi sebuah pelontar di atas bukit. Tidak sampai di sana, dia juga membuat beberapa jebakan yang akan dia gunakan setelah ini. Menggunakan skill teleportasi untuk membuat jalur penghubung serangan. Lalu setelahnya dia berpindah tempat di belakang tubuh demon orge di sana. Menggunakan pedang tumpul dia berusaha memberi serangan para demon orge. "Apa kau tidak tahu kapan waktu menyerah?" Dengan mudah demon orge menepis serangan Erix, lalu menghempaskan tubuh pria itu kuat-kuat hingga terpelanting ke belakang. "Ugh!" Dia mendengkus kasar ketika tubuhnya menatap sebuah batu yang lumayan besar hingga membuat tubuhnya terasa sangat sakit. Ini kali pertama dia merasa sakit setelah keluar dari dalam gue, mungkin karena efek perubahan werwolf yang dia gunakan. Padahal jika dia mengambil bentuk manusia tengkorak, rasa sakit ini bisa dinetralisir dan dia sama sekali tidak akan mendapatkan efek sakit luar biasa ini. "Sialan." Desisnya tajam, tak ingin membuang waktu terlalu banyak, Erix langsung teleportasi di belakang tubuh demon orge dan memberi serangan demi serangan. Walau percuma saja, tapi serangan itu bisa mengukur sedikit waktu agar dirinya bisa menyiapkan semua rencananya dengan mudah. "Sial!" Pekik Erix ketika lagi-lagi dia terhempas kebelakang. "Kenapa?" Tanya demon orge dengan energi yang sangat kuat di sekelilingnya. "Apa hanya sampai di sini saja kesombongan yang kau miliki?" Tanyanya dengan senyum mengejek di sana. Lalu satu pergerakan kecil yang sama sekali tak di sangka oleh Erix membuat dirinya harus terseret di atas tanah. Siapa sangka tubuh besar yang di miliki oleh demon orge itu membuat dia memiliki kecepatan yang sangat luar biasa. Bahkan bisa mengimbangi kecepatannya. Erix berusaha menepis dengan menendang lengan itu kuat-kuat, lalu setelahnya dia melompat mundur untuk mengambil jarak, di tatapannya pria itu dengan mata tajam di sana. "Apa sudah selesai?" Tanya Demon orge dengan tatapan meremehkan. "Kau yang sebelum ini memiliki mulut besar, ternyata hanya sebuah omong kosong belaka." "Apa Lo pikir gue udah selesai?" Tanya Erix dengan mata tajam, bahkan seringai kecil terlihat di sana. "Bahkan gue belum memulai apa yang udah gue siapkan." Dia berdiri, mengambil langkah kokoh di antara dua kakinya dengan senyum terukir sinis. "Teleportasi, jaring, dan lempar!" Ucap Erix yang membuat sebuah gerbang teleportasi terbentuk di atas kepala demon orge, lalu puluhan sengaja menghujani tubuh demi orge. "Argh! Sialan! Apa yang sudah kau lakukan!" Monster itu berteriak dengan kuat, hingga lengkingan suara tercipta di sana. "Tentu saja sebuah rencana untuk membuatmu jatuh, dan setelahnya gue akan dengan mudah bisa menjatuhkan mu!" "Apa kau pikir dirimu sanggup?!" "Jika tidak di coba, maka siapa yang tahu!" Erix mengambil teleportasinya, meraih sebuah pedang yang tergeletak tak jauh dari tubuh orge, lalu mencuri satu serangan saat perhatian demon orge masih tertuju pada puluhan pedang yang terus menyerangnya tanpa henti. Dia mengambil satu tebasan di titik terlemah yang tak terlindungi oleh aura gelap itu. Bagian kaki terlihat benar-benar terbuka di sana, dan itu adalah celah yang begitu mencolok untuk demon orge. "Argh!" Teriakan kuat itu menggema, diikuti tubuh yang limbung dan ambruk di atas tanah, lalu setelahnya pedang-pedang itu menghujam tubuh demon orge dan beberapa menancap karena aura gelap itu perlahan menghilang di sana. "Lo terlalu bodoh saat membiarkan titik lemah Lo terbuka tanpa ada pertahanan di sana!" Ucap Erix dengan santainya, dia bahkan mengambil teleportasi tepat ke arah wajah demon orge dan menusukkan pedang di sana, sayang serangannya mampu dihindari dan mampu mengenai mata sebelah kanan demon orge. Lalu sebuah hempasan tak mampu Erix halau, hingga membuat tubuhnya lagi-lagi terlempar. Keduanya benar-benar tidak saling diuntungkan, saling mengandalkan kekuatan terakhir. Bahkan efek pengguna skill itu membuat Erix harus kehabisan setengah energi sihir dan staminanya. Melihat Erix yang sudah kelelahan, pemimpin elf langsung berlari mendekat, dengan energi sihir terakhir, dia menggunakan skillnya untuk memulihkan tubuh Erix. Sedangkan di sisi lain, demon orge yang sudah sekarat benar-benar marah, matanya berubah merah nyalang, dia berteriak keras hingga membuat aungan keras tercipta. Dia benar-benar kapal, hingga menggunakan skill pelahap untuk memangsa para orge di sekitarnya. "Huaa! Tolong aku-!" "Selamatkan aku!" "Tidak....!" Mereka berhamburan untuk menyelamatkan diri dari amukan dan demon orge yang sudah kehilangan kesadarannya. "Kekuatan! Beri aku kekuatan!" Teriak demon orge yang terus melahap siapapun yang ada di sana, tidak peduli itu orge yang masih hidup atau bahkan mayat-mayat elf yang sudah tiada, semua menjadi mangsa untuk demon orge. "Sial!" Sentak Erix saat melihat semua kejadian itu. Dia langsung beranjak berusaha mengambil pedang rusak yang sama sekali sudah tidak bisa dia gunakan lagi. "Ingatkan gue untuk membuat pedang setelah pertarungan ini selesai!" Desisnya tajam. "Tunggu, kau belum pulih!" "Tidak ada waktu!" Desis Erix tajam. "Tapi kondisi mu saat ini tidak akan bisa memenangkan pertarungan!" "Persetan! Gue bakal selesaikan ini sebelum banyak korban jiwa lagi!" "Jangan gila!" Erix menoleh, tatapannya tajam teruji kearah pemimpin elf. "Lalu apa Lo pikir gue bakal diem aja saat melihat mereka mati sia-sia karena monster sialan yang lepas kendali di sana!" Teriak Erix dengan suara yang benar-benar keras, bahkan tatapannya terlihat nyalang, menunjukkan jika dirinya benar-benar marah. "Gue bukan orang yang akan diem aja melihat kegilaan ini terjadi di depan gue!" Desis Erix tajam. Dia bersiap mengambil ancang-ancang untuk segera menyerang titip buta demon orge itu, tapi tidak semudah yang dia banyaknya, karena saat ini tubuh demon orge sudah mulai pulih, bahkan aura hitam itu sudah melekat dan bertambah kuat. Tekanan yang keluar dari aura itu benar-benar membuat Erix kesulitan untuk bergerak. "Jangan pikir kecoa seperti mu bisa membunuhku, sialan. Aku demon orge yang terhormat akan menghancurkan mu dan menguasai hutan ini!" "Apa kau pikir kau bisa melakukan itu selama aku masih ada di sini?" Tanya Erix. "Jangan bermimpi dengan semua keinginanmu itu!" Setelahnya dia bergerak dengan cepat, menerjang dan memberikan pukulan serta tebasan pedang tumpul miliknya, dia harus menekan dan menghentikan demon orge yang hilang kendali ini agar tidak melahap orge dan mayat yang lain. Serangkaian serangan, skill dan teknik yang dia miliki sudah dia kerahkan, tapi sayangnya serangan itu sama sekali tidak berguna untuk dirinya. Sistem : peringatan, stamina hampir mencapai titik nol! Mengambil kemungkinan yang terjadi. Erix melirik sistem yang tiba-tiba muncul di sana, tapi dia tidak peduli, selama tubuhnya masih mampu bergerak, walau staminanya benar-benar habis, dia akan terus menyerang dan bergerak. Sistem : stamina berada di titik nol, memulai tahap pengambilan kendali! Erin masih tidak mengerti, tapi setelahnya dia mulai kehilangan kesadaran, bahkan dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya dengan sempurna dia benar-benar terdorong ke dalam kesadarannya, hingga dia bisa merasakan tubuhnya bergerak dengan sendirinya. Sistem : pengambil alih selesai, mencari skenario terbaik untuk mengalahkan musuh! Sistem : target terkunci. Peringatan! Demon orge sudah mencapai titik kebangkitan. Sistem : mengambil keputusan untuk p*********n. Erix yang merasa tubuhnya tidak bisa dikendalikan hanya diam di sana, di dalam kesadarannya dia bisa melihat jika tubuhnya mulai mengeluarkan serangkaian skill kombinasi yang benar-benar sempurna, lalu pergerakan dan tingkat kekuatan setiap pergerakan serta serangan mulai meningkat dengan drastis, bahkan tubuhnya bisa menghindari dari serangan yang fatal sekalipun, dia benar-benar tidak menyangka jika hal ini akan terjadi. Peraturan sengit terjadi, demon orge yang mulai kehilangan kendali dan kekuatan yang begitu hebat mulai memberi serangan serangan yang sangat dahsyat. Bukan hanya itu saja, Erix yang tadi memiliki pergerakan dan serangan yang terbilang asal mulai memperbaiki pergerakan dan keefektifan serangannya. Bahkan setiap serangan lebih efisien dan lebih mengenai sasaran dengan sempurna hingga membuat demon orge yang mulai berkembang itu terpukul mundur. Sistem : demon orge mencapai titik evolusi. Sistem : mengambil keputusan untuk penyerapan. Sistem : skill predator selesai di siapkan. Sistem : mulai proses penyerapan! Entah apa yang di maksud boleh sistem, Erix hanya berpikir jika saat ini tubuhnya dalam mode auto pilot, di mana dia digerakkan oleh sistem dengan perhitungan yang sudah diperkirakan oleh sistem itu sendiri. Erix tidak tahu pasti, tapi dari apa yang dia rasakan hal itu benar-benar terjadi dan membuat dia sedikit heran. Sebenarnya siapa dirinya sekarang. Apakah dia adalah tokoh utama di dunia ini dengan kekuatan maha dahsyat dan tak terkalahkan sepeti yang ada di dalam anime yang pernah dia tonton dulu. Ataukah dia memang memiliki kekuatan yang tak bisa dibayangkan sebelumnya. Jika memang iya, maka dia yakin dirinya adalah sosok yang menggunakan cheat, atau cara curang yang lakukan dalam sebuah permainan. Bagaimana tidak, semua yang dia lakukan sejauh ini benar-benar sangat mudah dan tak pernah mendapat kesulitan sedikit pun. Erix mengambil teleportasi di depan tubuh demi orge, lalu tubuhnya mengambang di sana, dengan sigap denim orge langsung mengambil serangan di sana, tapi pada kenyataannya, tubuh Erix bisa menangkis serangan itu dengan mudah. Sistem : target terdeteksi, memulai proses pelahapan! "Argh!" Teriak demon orge saat aura hitam yang keluar dari tangan Erix mulai membungkuk tubuh itu, menyerap setiap energi gelap itu hingga membungkus tubuh itu tanpa dan sedikit celah ada di sana. Sistem : proses di mulai, memerlukan waktu kurang lebih tiga puluh menit berlalu jika tidak ada perlawanan! Erix terdiam, dia melihat bagaimana energi sihir hitam itu mulai terserap dan kekuatan itu mengalir di dalam tubuh dengan sangat hebat. Dia yang berada di alam bawah sadar bisa merasakan kekuatan itu. "Argh! Hentikan sialan! Hingga serangan mu!" Teriak demon orge Nyang terus meronta dan memohon kepada Erix, tapi sayangnya Erix sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, saat ini yang menjalankan tubuhnya adalah sistem, di mana dia tidak bisa berkutik di buatnya. Yang Erix lakukan hanya melihat bagaimana demon orge itu terus berteriak dan meronta di sana. "Berakhir sudah...," Ucap Erix yang tak tega melihat bagaimana tubuh besar itu mulai terserat di dalam tubuhnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD