10. Skandal

1367 Words
Di kamar hotel tempat Karina menginap sementara waktu, dua orang yang telah bersepakat untuk melakukan pernikahan dengan kontrak, saat ini tengah sama-sama membasa isi kontraknya. Raut wajah mereka tampak serius karena tentu nantinya kontrak yang akan merek tanda tangani ini, selama dua tahun akan memengaruhi hidup mereka. Ada banyak resiko dengan menyetujui kontrak ini, secara tidak langsung mereka akan saling terlibat meski hanya dalam kondisi tertentu. Dan paling mungkin untuk terjadi adalah ikatan emosi walau keduanya saat ini sama-sama tidak memedulikannya. Anwar yang berada di antara dua orang ini hanya bsia gemas. Sebenarnya Tristan dan Karina sangat cocok meski setiap ketemu akan sama-sama memulai perdebatan. Jadi dia akan menantikan bagaimana kelanjutan keduanya setelah harus tinggal serumah selama 2 tahun nantinya. Ada ungkapan kalau cinta bisa datang karena terbiasa, kan? Dia berpikir seperti ini karena Tristan kelihatannya semakin betah menjadi jomlo sejak menjadi CEO. Akhirnya bisa menikah saja karena paksaan keluarga besar Sutoyo. Jika tidak, mungkin sampai umur 30-an nya habis, Tristan akan lebih menyukai berkutat di dalam laboratorium bersama komputer dan robot. “Sudah tidak ada yang ingin diperbaharui?” tanya Tristan pada Karina yang baru saja selesai membaca dua lembar kontrak yang dibuat asistennya. Karina menggelengkan kepalanya.  “Tidak,” jawabnya yakin. “Kalau begitu kita akan tanda tangan sekarang?” tanya Tristan lagi. Kali ini Karina menganggukkan kepala, dia kemudian mengambil pena yang diberikan oleh Tristan lalu menorehkan tanda tangannya di atas kertas. Tristan juga demikian, meski dia merasa sedikit gugup menyadari kalau sebentar lagi akan menikah. Sebab pemikiran untuk mencari calon pendamping masih sangat jauh dari angannya. “Nah, karena kalian udah tanda tangan... sekarang berarti kalian udah dianggap lagi pacaran, dan mari kita ganti panggilan jadi Aku-Kamu,” cetus Anwar dengan senyuman lebarnya. Tapi Tristan dan Karina menanggapi dengan wajak tidak setujunya. Anwar menghela napasnya karena harus berhadapan dengan dua orang yang masih belum paham akan maksudnya. “Begini, ya... kalian enggak akan mungkin ketemu keluarga Sutoyo pake saya-saya, kan? Itu bakal aneh banget!” ujar Anwar, dia akhirnya menjelaskan pada keduanya, baru kemudian Tristan dan Karina mengerti. “Dan juga, kapan sebaiknya kita ketemu mereka?” tanya Anwar lagi. Dia segera mengambil tabnya untuk mencari waktu luang Tristan yang akhir-akhir ini padat sekali jadwalnya. Saat ini saja untuk melakukan penandatanganan kontrak, Tristan harus melakukannya di pukul setengah 12 malam. Jelas lelah seklai apalagi mereka baru saja dari luar kota dan langsung kembali ke Jakarta lagi untuk menyelesaikan ini. “Kamu cuma ada waktu di hari minggu jam 3 sore, Bang,” kata Anwar setelah melihat layar tabnya. Tristan mengangguk mengerti, giliran dia meminta persetujuan Karina untuk ini. “Apa kamu keberatan?” tanya Tristan seraya menatap Karina yang tengah berpikir. “Saya-ah, maksudnya AKU... aku setuju saja,” jawabnya, masih belum terbiasa dengan sapaan akrab pada Tristan. “Oke, jadi 3 hari lagi kita akan ketemu mereka. Tapi sebelum itu...,” Anwar menjeda kalimatnya, hal itu membuat dua orang yang tengah mendengarnya menjadi penasaran. “Apa?” tanya Karina saat Anwar tidak kunjung melanjutkan perkatannya. Anwar tersenyum miring, dia baru saja memikirkan ide yang cangat menarik di kepalanya. “Bagaimana kalau kita membuat sebuah pengumuman publik?” Baik Tristan maupun Karina, mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Anwar. Tapi asisten Tristan ini tampak sangat antusias saat menjelaskannya.   ///   Pengumuman publik yang dimaksud Anwar ternyata mampu membuat seorang Tristan naik darah untuk pertama kalinya. Dia bahkan ingin sekali menendang kaki Anwar, tapi asistennya itu sejak kemarin malah tidak masuk kantor dan tidak mau mengangkat teleponnya. Meski begitu Anwar ternyata sudah menyelesaikan pekerjaannya. Tristan menatap lagi layar monitor komputer di hadapannya yang kali ini bukan soal pekerjaan, melainkan sebuah website yang memperlihatkan berita gosip. Dan yang menjadi bahan gosipnya adalah dia sendiri bersama seorang wanita yang masih belum diketahui publik. Ada foto beredar di internet kalau dirinya sedang makan malam bersama seorang wanita di hotel, lalu foto lainnya saat dia berada di lorong hotel dan tengah merangkul pinggang wanita itu. “Awas aja kalau berangkat kerja nanti,” gumam Tristan yang masih belum juga percaya akan ide Anwar ini. Perempuan di foto-foto itu adalah Karina. Tersebar atas ulah sengaja Anwar, dia menggunakan akun bodong untuk memberikan foto ini pada salah satu akun i********: pergosipan terbesar di Indonesia. Dengan cepat orang-orang tahu kalau itu dirinya dan kini di berita Bisnis juga mulai membahas dirinya terlihat bersama wanita untuk pertama kali.  Tristan baru sadar kalau orang-orang sepenasaran ini padanya, bahkan dia bukanlah selebriti. Sedangkan Karina hanya membaca sambil lalu berita ini. Dia sudah sedikit tahu kalau nantinya Anwar akan menggunakan cara membuat skandal untuk mengumumkan kedekatan mereka berdua. Cara paling cepat dan efektif untuk membuat orang-orang tertarik sehingga kemunculan mereka nantinya tidak sepeti sebuah hal yang diatur, atau mungkin dianggap hanya pernikahan bisnis. Sebisa mungkin tidak ada yang tahu kalau mereka menikah dengan kontrak yang mengikat lebih dulu. Dan pernikahan itu akan berakhir jika posisi Tristan sebagai CEO kuat. Sangat disayangkan sebenarnya, dia pertama kali menjalani pernikahan bukan karena cinta. Tapi Karina juga tidak bisa berbuat bannyak, menurutnya lebih genting untuk menyelamatkan perusahaan kakeknya dibanding perasaannya saat ini. Setidaknya dia ingin menunjukan pengorbanan dan membalas kasih sayang kakeknya selama ini padanya.   ///   Anwar semakin ahli membuat sebuah skandal untuk hari berikutnya. Dia mengirimkan sebuah video dimana Tristan dan Karina berada di dalam lift dengan Tristan yang merangkul pinggang Karina. video itu langsung saja meledak, apalagi akhirnya orang-orang tahu siapa sebenarnya si perempuan yang tengah bersama CEO muda nan tampan ini. Sebagai pembuat skandal, Anwar sendiri tidak mengira kalau akan menjadi berita hangat di berbagai saluran berita gosip. Niat awalnya hanya ingin membuat kebersamaan Tristan dan Karina terasa nyata dan bukan setingan. Tapi mungkin karena video yang dia sebar itu merupakan asli dan bukan akting atau menggunakan scenario, masyarakat menjadi heboh. Dalam video itu Tristan merangkul pinggang Karina karena kaki perempuan itu yang sempat terluka kembali berdarah. Tristan yang pada dasarnya baik dan perhatian pun segera membantu Karina dengan menuntunnya, tapi Anwar mengambil video saat tangan Tristan berada di bagian pinggang Karina, hal itu supaya terlihat keduanya sedang bermesraan. Jadi tentu saja orang-orang melihat video itu dengan sudut pandang kalau Tristan dan Karina, cucu dari Briyan Sutoyo, memiliki hubungan asmara. “Kapan elo rekam video ini?” tanya Tristan yang akhirnya bisa menemui asistennya. “Ya hari itu, memangnya kapan lagi,” jawab Anwar dengan santai. Berbanding terbalik dengan Tristan yang sejak tadi sudah ditelepon oleh anak-anak Briyan Sutoyo, namun belum ada yang dia angkat. “Elo kalau gue pecat bisa jadi reporter gosip, War,” cibir Tristan lalu memijat pelipisnya. Anwar tertawa puas dibilang begitu. Nyatanya sebagai seorang asisten, Anwar harus bisa melakukan banyak pekerjaan dengan ditunjang berbagai ketrampilan. “Nanti elo harus bikin pernyataan ke media,” kata Anwar. “Ogah. Lo aja yang urus,” timpal Tristan lalu memilih kembali bekerja. “Yakin gue yang urus?” tanya Anwar dengan menahan senyum jahilnya. Tapi Tristan sudah melihat itu dan segera menendang kaki Anwar. “Nggak usah kasih macem-macem atau gue pecat beneran!” “Ahsiyapp, Bos!”   ///   Bukannya membuat pernyataan, Anwar justru mengunggah sebuah foto yang dia dapat setelah berhari-hari mencarinya. Dia mengunggah di forum internet foto yang menunjukkan kalau Tristan sedang melihat acara fashion show, dimana Karina menjadi salah satu model untuk memeragakan busana desainernya. Foto itu dia dapat dari salah satu fotografer yang sempat berkenalan dengannya di after party di Milan waktu itu. Mulanya Anwar tidak percaya diri bisa menemukan foto yang sesuai dengan idenya itu, tapi ternyata alam semesta mau bekerja sama dengannya. Netizen yang penasaran pun ikut mencari video di youtube tentang fashion show waktu itu. Dan dengan mata jeli mereka, sebuah moment dimana Tristan melihat Karina tengah berjalan di run away menjadi viral. Karena saat itu Tristan yang mulanya berwajah datar dan tampak bosan, menjadi fokus saat Karina akhirnya muncul. Apalagi senyuman kecil di wajahnya seolah sangat bangga pada Karina. Netizen pun dibuat gemas karena kedekatan yang mereka kira cuma skenario ini, ternyata bisa jadi kisah cinta yang terlihat sangat romantis. Mendadak nama Tristan dan Karina kini memenuhi setiap berita gosip. i********: Karina dipenuhi komentar dan bertambah banyak followers. Lalu akun milik perusahaan Youngs Tech juga diserbu untuk segera membuat pernyataan mengenai hubungan sang CEO dengan model sekaligus cucu dari CEO sebelumnya.  . . ///  . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD