Bab 144. Panik Felisha

1112 Words

“Ma. Felisha pergi,” desah Sander. Rosna mengernyitkan dahinya, tapi setelah itu dia tertawa lepas, dan kantuknya pun hilang, merasa geli melihat raut wajah Sander yang cemas. “Dia di kamar Mama,” ujar Rosna dengan senyum simpulnya, lalu membuka pintu kamarnya lebar agar Sander bisa melihatnya istrinya yang sedang tidur di atas tempat tidur. Wajah Sander langsung berbinar melihat Felisha yang tidur meringkuk memeluk guling. Rosna lalu menyuruh Sander masuk ke dalam kamarnya. “Bagaimana dengan perundinganmu?” tanya Rosna saat Sander duduk di tepi tempat tidur. “Lahan di Jambi yang akan mereka proses, dan aku ke luar dari pengurusan itu.” Sander mengusap-usap kaki jenjang Felisha. “Kok?” Rosna menggeleng, tidak menyangka akan sikap kelima saudara mendiang suaminya yang seolah tidak m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD