Tidak masalah, Minzy akan menunggu sebentar lagi. Marvi sudah mengatakan bahwa dirinya akan pulang dan makan malam di rumah bersama dirinya, jadi Minzy akan menunggu. "Udah mau jam 8, kok dia masih belum pulang?" Minzy mulai bertanya-tanya. Dan selang beberapa menit kemudian terdengar sebuah mobil yang memasuki pekarangan rumahnya. "Itu pasti Marvi," Dengan segera ia berlalu untuk membuka pintu dan menyambut kepulangan suaminya yang telah dinanti-nanti. Sesampainya di depan pintu, belum sempat Minzy membukakannya, seseorang telah membukanya dari luar. Minzy terdiam untuk beberapa saat. Itu memang Marvi, namun tidak datang sendiri, suaminya itu pulang dengan seseorang. "Sayang," Marvi mengecup kening Minzy sekilas. Marvi tampak mengerjapkan matanya untuk memastikan apa yang dilihat

