KLING! Getar ponsel terdengar sejak swpuluh menit yang lalu. Ia malas melihat semua notif dari Vranda dan Emma yang memenuhi layarnya. Bualan-bualan mereka berhasil memperburuk suasana hati. Zevia adalah gadis yang mengandalkan rasa percaya. Ia mudah percaya dengan siapapun. Tak mengutamakan negatif thinking tentang seseorang walaupun baru saja bertemu. Kecuali seseorang itu berbuat kesalahan tepat di matanya. Menaruh rasa kepercayaan yang mudah justru membuat Zevia juga mudah tersakiti oleh orang-orang yang ia percaya. Kebohongan dan pengkhianatan akan menjadi buah pahit jika Zevia tak segera mawas diri. Seperti sekarang, ia menuai luka dari rasa percayanya pada Vranda. Sebanarnya ia penasaran dengan apa yang akan dijelaskan oleh Vranda saat itu. Namun, rasanya sudah cukup jelas dan

