Malam telah larut ketika Bayu memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Jam di dashboard telah menunjukkan 23.30. Sebelum turun, pria itu menyandarkan kepala sejenak ke sandaran kursi mobil sambil memejamkan mata, tepat setelah mesin mobil dimatikan. Kepalanya terasa berat, bukan hanya karena lelah, tetapi juga oleh tumpukan angka dan laporan yang masih berputar-putar di dalam kepalanya. Setelah rapat dengan pihak Arwana Group sore tadi, Bayu nyaris tak sempat beristirahat. Sebagai manajer keuangan, tanggung jawabnya tidak berhenti saat Shaka meninggalkan ruang rapat. Ia masih harus memastikan seluruh skema pembiayaan proyek pembangunan strategis pemerintah–mulai dari alokasi dana, cash flow enam bulan pertama, hingga mitigasi risiko anggaran—tetap berjalan tanpa celah. Proyek itu bukan p

