“Saya harap kamu menyukai makan siang yang saya pesankan. Sejujurnya, Bayu yang memesan. Dia bilang ini sangat disukai oleh para wanita.” Achiera melirik menu yang tersaji di meja, lalu beralih pada Keenan. Pria itu menggerakkan dagu ke arah meja, mempersilakannya untuk mulai memakan. Matanya menyipit saat Keenan tidak bergerak untuk mengambil makan siang. Tidak mungkin Keenan memesan ini hanya untuk dirinya, bukan? Ini terlalu banyak. “Ayam goreng dan salad buah?” tanya Achiera sambil menunjuk kedua jenis makanan itu. “Ada jus stroberi kesukaan kamu juga,” tambah Keenan sambil menunjuk gelas bergambar stroberi. “Kata Bayu, biasanya wanita akan makan berat saat makan siang. Jadi, dia memilihkan ayam goreng paling diminati oleh semua wanita.” Ucapan Keenan membuat Achiera menganggukkan

