Pagi pun menampakkan sinarnya, namun sedikit malu - malu, sedikit ada keredupan. Seperti hati Inggrid yang saat ini entah bagaimana rasanya, terjebak dengan dua lelaki, yang sama - sama mencintai. Seno sudah ada di meja makan, Inggrid pun sudah menyusui Delon, lalu menitipkannya pada asisten rumah tangga. "Bi...nanti kalau Delon minta s**u, saya udah tandain ya, angkanya." "Siap Mbak Inggrid." Seno yang sedang mengoles roti, tersenyum simpul menatap Inggrid, yang lupa menutup kancing kemejanya. "Ehmm...Inggrid, kamu yakin mau berangkat ke kantor dengan kondisi baju yang seperti itu?" Inggrid menaikan alisnya. Dan dia melihat kemejanya masih terbuka. "Astaga aku lupa Mas, abis nyusuin Delon tadi, buru - buru, mau ke kantor, biar cepet selesai masalahnya." "Kamu itu, mancing aku tah

